Skip to content

Menekan Resiko Cyber Attack dengan Secure Coding

Menekan Resiko Serangan

Tidak dapat kita pungkiri bahwa organisasi yang menerapkan teknologi informasi sebagai proses bisnis telah menjadi tren dan strategi utama untuk mencapai target pasarnya. Fakta ini membuktikan bahwa cyber security memiliki peranan penting dalam mengelola data informasi penting di dalamnya.

Akan tetapi, belum banyak yang tahu bahwa teknik secure coding adalah hal mendasar yang tidak boleh sampai dilupakan, apalagi diremehkan. Secure coding sangatlah penting karena merupakan langkah awal yang perlu dipertimbangkan sebelum melangkah ke rangkaian tahapan yang lebih terstruktur.

Mengenal secure coding

Secure coding merupakan design keamanan arsitektur  pengkodean pada pengembangan software, yang digunakan untuk memprediksi ancaman guna meminimalkan resiko kerentanan keamanan dan kerugian dari cyber attack atau serangan siber yang akan terus mengintai sistem komputer.

Secure coding sendiri dapat dikatakan sebagai best practice agar software yang dikembangkan dapat berjalan sestabil mungkin dan mengurangi potensi celah keamanan yang dapat digunakan hacker ketika melakukan cyber attack.

Tetapi, perlu Anda ketahui bahwa secure coding bukanlah sekadar enkripsi data dan informasi. Secure coding juga digunakan untuk mendeteksi bug, kecacatan atau kelemahan sistem, dan juga memperbaiki logic flaws (cacat logika), yang menjadi alasan umum mengapa software mudah untuk dieksploitasi. Secure coding juga mencakup enkripsi, sertifikat, identitas saat transfer data, pengelolaan memori, dll.

Apa saja resiko yang mungkin terjadi apabila secure coding tidak dilakukan? Ini dia beberapa resikonya:

  1. Insufficient logging and monitoring : pemantauan sistem yang tidak menyeluruh dan terstruktur, dapat meningkatkan kemungkinan serangan yang berkepanjangan, dan bisa membuat software Anda memiliki banyak celah untuk diterobos hacker.
  2. Injection flaws : terjadi ketika data yang seharusnya tidak dipercaya, malah diakui sistem sebagai bagian dari perintah atau query. Di sinilah data mencurigakan itu bisa mengeksploitasi sistem agar menjalankan perintah yang tidak diinginkan.
  3. Cross-Site Scripting (XSS) : serangan ini bisa dengan mudah memanfaatkan kerentanan yang ada di script untuk mencuri data, melakukan eksploitasi sistem, bahkan serangan ini bisa berjalan tanpa disadari oleh korban.
  4. Broken Access Control : kerusakan ini bisa menyebabkan melemahnya pembatasan akses pada pengguna, sehingga keamanan data dan informasi pengguna tidak dapat terjaga dengan baik, dan resiko terjadinya cyber attack jauh lebih besar.

Perlukah belajar secure coding?

Secure coding memiliki peran yang sangat besar bagi setiap organisasi dan perusahaan, karena keamanan dalam pengembangkan software perangkat komputer adalah prioritas demi mengurangi resiko serangan siber dan atau celah keamanan yang tidak disengaja, dimana apabila tidak segera dilakukan maka akan berdampak buruk bagi client maupun reputasi perusahaan. Maka dari itu, penerapan dasar-dasar secure coding.

Bersama Widya Security, Anda dapat mempelajari secure coding mulai dari dasar-dasarnya sampai praktik teknis dari secure coding. Widya Security menyediakan layanan Cyber Security Training oleh tim tentor yang berpengalaman di bidang cyber security selama lebih dari 10 tahun. Widya Security juga telah resmi sebagai Accredited Training Center (ATC) oleh EC-Council, jadi kualitas bimbingan kami tidak perlu diragukan lagi. Anda dapat mengunjungi https://widyasecurity.com atau email ke [email protected] untuk informasi lebih lanjut.

 

*dilansir dari berbagai sumber