Apa yang Terjadi Saat Tidak Sengaja Menginstall Malware • Widya Security Skip to content

Apa yang Terjadi Saat Tidak Sengaja Menginstall Malware

03042

Apa itu Malware?

Malware adalah singkatan dari Malicious Software, merupakan suatu program yang dirancang khusus dengan tujuan untuk merusak dan menyusup ke sistem komputer, jaringan, dan server tanpa sepengetahuan pemiliknya dan bertahan di sana untuk jangka waktu tertentu. Dengan tingginya aktivitas penggunaan komputer dan internet, risiko penetrasi malware dalam sistem komputer semakin meningkat.

Dampak dari malware jauh lebih serius bagi perusahaan dibanding pengguna perorangan. Serangan malware pada sistem jaringan perusahaan bisa menyebabkan kerusakan dan gangguan yang masif, membutuhkan upaya pemulihan dalam waktu yang relatif lama.

Malware dapat masuk ke dalam komputer melalui email, unduhan internet, dan program-program yang telah terinfeksi sebelumnya. Mayoritas kejahatan komputer yang sering terjadi adalah pencurian informasi pribadi atau pembentukan pintu belakang (backdoor) ke komputer, dimana pelaku dapat mengakses komputer tanpa izin. Software yang memfasilitasi tindakan ini tanpa persetujuan pemiliknya dapat dianggap sebagai malware. Malware mencakup virus, worm, trojan horse, sebagian besar rootkit, spyware, adware yang tidak jujur, serta software-software lain yang berbahaya dan tidak diinginkan oleh pengguna PC. Malware dapat menginfeksi banyak komputer dengan masuk melalui email, download internet, atau program yang terinfeksi.

Selain disebut sebagai malware, software berbahaya ini juga dikenal dengan nama lain seperti badware, dan dalam dokumen hukum, sering disebut sebagai kontaminasi komputer. Jadi, ketika melihat istilah tersebut, itu adalah cara lain untuk merujuk pada jenis ancaman yang sama.

Bahaya Serangan Malware

Ada beberapa efek yang akan terjadi jika kamu mengalami serangan malware, diantaranya:

1. Mengambil Akses Sistem

Malware dapat mengambil alih akses dari sistem digital perusahaan Anda. Beberapa hal yang bisa diambil aksesnya seperti website perusahaan, akun pribadi yang terafiliasi dengan perusahaan, hingga perangkat perusahaan itu sendiri. Tentunya hal ini dapat menurunkan reputasi perusahaan Anda. 

2.   Pencurian Data

Malware dapat meretas dan mencuri data penting, seperti user dan password, akun email, informasi kartu kredit, dan akun keuangan lainnya. Data yang diretas bisa digunakan untuk berbagai tindak kejahatan yang akan menjadi kerugian besar bagi perusahaan Anda.

3.   Memunculkan Iklan yang Tidak Relevan

Jika mendapati web browser Anda memunculkan iklan-iklan yang aneh atau mesin pencari berubah tiba-tiba, kemungkinan besar komputer telah terinfeksi oleh malware. Lakukan scan dengan antivirus untuk mendeteksinya dan membersihkan komputer.

4.   Hilang dari SERP

Setelah mengalami perubahan tampilan dan tingginya bounce rate, peringkat SERP (Search Engine Result Page) website akan turun secara signifikan.

5.   Tidak Dapat Mengakses Website:

Jika malware menyerang website, akses pengguna dan data login bisa dicuri. Untuk mengurangi risiko, ganti URL login WordPress secara berkala untuk meningkatkan keamanan.

Cara Menangani Serangan Malware

Menangani serangan malware memerlukan pendekatan yang terstruktur dan cepat untuk meminimalkan dampaknya. Berikut adalah beberapa langkah yang dapat diambil dalam menangani serangan malware:

1. Isolasi Sistem

Mengisolasi sistem yang terinfeksi untuk mencegah penyebaran malware ke sistem lain. Ini dapat dilakukan dengan mematikan koneksi jaringan atau memisahkan perangkat dari jaringan.

2. Identifikasi dan Verifikasi Malware

Tim keamanan harus mengidentifikasi jenis dan sifat malware yang menyerang. Hal ini dapat melibatkan analisis sampel malware dan verifikasi dengan menggunakan perangkat lunak keamanan atau layanan deteksi malware.

3. Pembersihan dan Penghapusan Malware

Setelah malware teridentifikasi, selanjutnya bersihkan sistem dari infeksi. Ini bisa dilakukan dengan menggunakan software antivirus atau anti-malware terkini untuk memindai dan menghapus malware dari sistem.

4. Pemulihan Data

Pulihkan data dari cadangan yang telah dibuat sebelumnya. Data yang terinfeksi harus dihapus dan diganti dengan versi yang bersih.

5. Analisis Penyebab dan Pencegahan Masa Depan

Setelah serangan berhasil ditangani, penting untuk melakukan analisis menyeluruh tentang penyebab terjadinya serangan. Ini melibatkan penentuan titik masuknya malware ke dalam sistem dan mengevaluasi kelemahan keamanan yang dapat dieksploitasi. Berdasarkan analisis ini, langkah-langkah pencegahan yang tepat dapat diimplementasikan untuk mengurangi risiko serangan serupa di masa depan.

Untuk mencegah terjadinya serangan malware, Anda bisa melakukan Penetration Testing. Salah satu perusahaan yang menyediakan jasa Penetration Testing dengan harga terbaik adalah Widya Security. Kamu bisa menghubunginya disini!

Ditulis oleh : Eric Wirayudha

Artikel Terbaru

Whatsapp