Apa yang Membedakan Serangan DoS dan DDoS? • Widya Security Skip to content

Apa yang Membedakan Serangan DoS dan DDoS?

perbedaan DoS dan DDoS

Dalam istilah cyber kita mengenal DoS dan DDoS. Keduanya adalah jenis serangan cyber yang berfokus pada layanan lalu lintas jaringan, dengan membanjiri layanan jaringan menggunakan lalu lintas palsu, efek dari lalu lintas palsu yang terjadi pada sebuah sistem jaringan yang mengakibatkan malfungsi kinerja dari sistem jaringan itu sendiri. Dengan melemah nya sistem jaringan atau bahkan bisa sampai down server, biasanya penyerangan ini ditujukan untuk memberikan dampak yang lumayan merugikan seperti terganggu arus lalu lintas pada komputer, terhambatnya sistem untuk mengatur memori, dan mengganggu proses input dan output data imbas dari sistem lalu lintas yang down.

Selain mengganggu arus lalu lintas sumber daya, DoS dan DDoS attack juga mengganggu kinerja dari hosting yang terhubung dengan internet untuk sementara waktu. Model serangan ini tertuju pada permintaan akses secara palsu. Ini berujung tidak terpenuhi namun dengan skala yang besar dengan tujuan mengganggu traffic dari sistem sumber daya itu sendiri. Dengan arus lalu lintas yang sibuk ditambah penolakan akses, otomatis sistem akan membutuhkan spend waktu yang lumayan lama untuk dapat memproses permintaan selanjutnya. Dengan traffic yang sudah kacau ditambah penolakan akses yang terus menerus terus terjadi. Hal ini tentu saja akan mengganggu kinerja dari sistem.

Perbedaan Utama dari DoS dan DDoS

Denial-of-Service (DoS) sendiri adalah serangan penolakan layanan yang membanjiri server dengan lalu lintas palsu, yang membuat akses layanan menjadi tidak tersedia. Sedangkan Distributed-Denial-of-Service (DDoS) adalah serangan penolakan layanan yang terdistribusi. Serangan yang dimaksud adalah pengirim arus permintaan dilakukan oleh banyak komputer atau perangkat. Ini untuk membuat sistem yang ditargetkan menjadi kewalahan untuk menerima instruksi akses yang tersedia. Keduanya sama-sama membanjiri layanan akses dengan lalu lintas palsu. Namun, yang paling terlihat perbedaannya adalah jika DoS hanya menggunakan single device dalam penyerangan nya. DDoS justru memanfaatkan banyak perangkat  komputer dalam operasi penyerangannya. Hal tersebut juga yang menjadikan mengapa DDoS lebih sulit untuk ditangani daripada DoS itu sendiri.

3 Lingkup Perbedaan DoS dan DDoS

Secara umum DoS dan DDoS dibagi kedalam 3 lingkup bagian yaitu:

Model Penyerangannya

Yang pertama tentunya dari model penyerangannya. Pada DoS hanya ada satu perangkat komputer yang menyerang dan membanjiri arus lalu lintas yang mengakibatkan down server. Berbeda dengan DoS, DDoS mendistribusikan seranganya dengan menyeluruh melalui banyak perangkat komputer. Ini artinya DDoS tidak menggunakan single device dalam menyerang. 

Tingkat Kerumitan

Dengan melihat nama distribusi saja sudah menandakan bahwa serangan tidak bersumber dari satu perangkat saja. Tingkat kerumitan dalam proses ini pun menjadi berbeda. Hal ini juga yang dapat membedakan serangan DoS dan DDoS. Penyerangan dalam model DDoS lebih bisa disamakan dengan jenis serangan botnet. Namun, terfokus dalam menyerang traffic jaringan sistem melalui pengiriman permintaan askes yang melebihi kapasitas atau biasa disebut banjir.

Dampak dan Penangan

Terakhir tentunya ada dampak dan penangan terkait serangan DoS dan DDoS itu sendiri. Tentunya DoS jauh akan lebih diatasi dibandingkan dengan DDoS, hal ini dikarenakan serangan dari DoS yang melalui satu perangkat saja dan DDoS melalui banyak perangkat.

Penangan terkait serangan DoS dan DDoS pun berbeda. Jika, DoS bisa diatasi dengan menemukan lalu memblokir arus mencurigakan yang menyebabkan kebanjiran di arus lalu lintas jaringan. DDoS tidak hanya dapat diatasi dengan hal yang serupa dalam menangani DoS. Dampak serangan yang ditimbulkan oleh DDoS yang lebih besar mengakibatkan proses recovery yang lebih rumit. Hal yang bisa dilakukan adalah menerapkan lapisan pertahanan, seperti deteksi trafik yang tidak wajar, memperluas bandwith, sampai identifikasi traffic menggunakan CDN (Content Delivery Network)

Cara Mengatasi DoS dan DDoS Attack

Berikut adalah beberapa langkah yang bisa digunakan dalam upaya mengatasi serangan DoS dan DDoS jika terjadi pada sistem perangkat komputer atau website Anda.

Selalu Update Software#

Solusi mengatasi dan pencegahan terkait DoS dan DDoS attack untuk permulaan bisa dengan cara mengupdate software perangkat secara rutin. Banyak sekali manfaat yang akan didapatkan dengan rajin mengupdate software. Pembaruan terkait perangkat lunak tentunya memiliki beberapa dampak improvisasi dari versi yang lama. Hal inilah yang dapat dimanfaatkan dengan baik untuk menangani serangan-serangan ini.

Pastikan Untuk Mendapatkan Bantuan dari Penyedia Layanan

Meminta bantuan dari penyedia layanan atau hosting akan berguna untuk mengetahui identifikasi awal dari mana sumber serangan berasal. Hal ini diketahui sumber serangan yang ada proses recovery akan bisa dilaksanakan lebih mudah. 

Gunakan Firewall yang Kuat 

Firewall menjadi garda terdepan dalam upaya pertahanan serangan pada sistem perangkat, tentunya dengan menggunakan Firewall yang kuat, otomatis keamanan sistem perangkat pun akan jauh lebih aman dan tidak rentan terhadap serangan-serangan ini.

Manfaatkan penggunaan CAPTCHA

Pemanfaatan CAPTCHA dapat diaplikasikan pada halaman login dan website dan sistem komputer, CAPTCHA sendiri mampu melakukan pengamanan dengan verifikasi akses kepada sistem dengan memastikan tidak adanya bot yang mencoba menembus sistem perangkat.

Implementasikan Load Balancer dalam Distribusi Traffic

Load balancer akan berguna sebagai distributor traffic secara merata kepada setiap server sistem komputer, melalui distribusi arus lalu lintas yang merata tentunya akan mengurangi serangan yang diakibatkan oleh kedua serangan ini.

Monitor Traffic System

Pemantauan terhadap traffic pada sistem maupun website dapat dijadikan cara untuk menangani upaya serangan DoS dan DDoS, dengan pemantauan traffic secara berkala kita akan mengetahui beban arus lalu lintas yang ada pada sebuah sistem untuk selanjutnya dilakukan proses pemerataan guna mengurasi resiko kebanjiran layanan jaringan.

Back-up Data Secara Teratur

Membackup data secara teratur akan sangat membantu penangan kedua serangan dalam proses recovery. Resiko kehilangan data pun akan dapat jauh diminimalisir dalam hal ini. 

Itulah perbedaan dari DoS dan DDoS serta cara mengatasi serangan ini. Kedua jenis serangan tersebut memiliki tujuan yang sama, yang membedakan adalah jumlah, kerumitan, dan dampak yang lebih besar dari DDoS. Singkatnya, DDoS memiliki dampak yang lebih parah terhadap perangkat komputer yang terserang oleh model ini. 

Artikel Terbaru

Whatsapp