Autentikasi, Basis Pokok Keamanan Digital Masa Kini • Widya Security Skip to content

Autentikasi, Basis Pokok Keamanan Digital Masa Kini

apa itu autentikasi

Perkembangan digital kian hari semakin canggih dan modern, seiring juga dengan meningkatnya ancaman cyber yang mengancam keamanan data. Oleh karena itu, proses verifikasi dari pengguna sangat dibutuhkan sebagai mekanisme untuk menjaga keamanan data tersebut. Autentikasi atau authentication adalah suatu proses pembuktian identitas pengguna atau sistem yang masuk memiliki izin yang sah dan tervalidasi.

Mengapa Autentikasi Penting?

Proses pengenalan pengguna atau validasi identitas sangat penting bagi organisasi dan individu untuk sistem, data, dan aplikasi dari serangan cyber. Selain itu, autentikasi juga membantu menjaga kerahasian data pribadi mereka. Hal ini mencakup komputer pribadi, jaringan nirkabel, database, situs web dan segala bentuk aplikasi serta layanan berbasis jaringan lainnya, ketika proses ini melemah maka akan sangat mempermudah bagi penyerang untuk masuk dan mengambil data. 

Fungsi Autentikasi untuk Keamanan Digital

Melindungi kerahasian data 

Penggunaan autentikasi memastikan bahwa yang dapat mengakses hanyalah pengguna asli atau yang sudah diizinkan, sehingga mencegah akses oleh pihak yang tidak berwenang. 

Mengontrol akses 

Membatasi siapa saja yang memiliki akses ke sumber daya dengan tingkat wewenang yang berbeda, seperti hanya sebagian orang saja yang dapat mengakses suatu data.

Mencegah serangan online 

Mengurangi resiko terjadinya penyalahgunaan dan penipuan digital, autentifikasi berperan sebagai pertahanan paling depan untuk menjaga kerahasiaan data dengan memverifikasi identitas pengguna.

Pencatatan dan audit 

Segala aktivitas akan dicatat secara detail, kapan waktu dan apa saja aktivitas pengguna.

Memblokir akun yang terlibat dalam aktivitas mencurigakan 

Apabila menemukan ciri-ciri pengguna yang mencurigakan, autentikasi akan melakukan pemblokiran secara permanen maupun sementara.

Jenis-Jenis Penggunaan Autentikasi 

Kata sandi (password)

Bentuk autentifikasi paling umum adalah menggunakan kata sandi. Semakin unik kata sandi, maka semakin sulit data untuk disalahgunakan, hal ini termasuk dengan mengaplikasikan gabungan huruf, angka dan simbol.

Autentikasi dua faktor (Two-Factor Authentication – 2FA)

2FA ini menambah lapisan perlindungan kedua pada data. Sistem ini mengharuskan pengguna yang masuk untuk mengidentifikasi identitas mereka dengan kode verifikasi yang dikirim pesan teks atau email yang sudah diberikan akses sebelumnya.

Autentikasi Multi – Faktor (Multi-Factor Authentication, MFA)

Sama hal nya dengan 2FA, MFA melakukan lapisan perlindungan dua atau lebih pada data. Hal ini membuat pengguna harus melakukan lebih dari satu atau dua kali identifikasi untuk mengakses data.

Autentikasi biometrik 

Autentikasi ini berbeda dengan jenis-jenis sebelumnya, dimana biometrik mengharuskan pengguna melakukan suatu aktivitas berupa sidik jari, pemindaian wajah, dan pengenalan suara.

Bagaimana Cara Kerja Autentikasi?

Autentikasi mengharuskan pengguna melakukan pemeriksaan identitas atau pembuktian diri. Saat pengguna ingin membuka data diperlukan nama pengguna dan kata sandi, aktivitas tersebut kemudian akan disimpan di server.

Saat pengguna ingin mengakses data, mereka harus memasukkan informasi diri. Kemudian server akan memeriksa kebenaran data tersebut dengan membandingkan hasil yang ada pada database. Setelah memverifikasi diri dan informasi yang dimasukan sesuai, server akan mengizinkan pengguna untuk dapat mengakses.

Izin ini mengontrol atau menentukan sumber daya mana saja yang dapat dibuka oleh pengguna. Namun terkadang proses ini cukup menyita waktu, agar mempermudah pengguna dapat menggunakan token untuk mengautentikasi pengguna. Sehingga, pengguna dapat masuk tanpa verifikasi terus menerus. Namun, utamanya langkah tersebut dibutuhakn pada kondisi: 

  1. Membuat token saat pengguna berhasil masuk. Token ini berupa kombinasi karakter acak yang sulit ditebak.
  2. Menetapkan cookie ke browser dengan token terlampir. 

Ketika pengguna mencoba mengakses halaman yang aman, aplikasi akan memeriksa token yang ada di cookie browser dan membandingkannya dengan token yang disimpan di database. Jika token tersebut cocok, pengguna tetap memiliki akses tanpa perlu memasukkan kembali kredensial mereka.

Kesimpulan 

Dalam era digital yang semakin maju ini, ancaman terhadap keamanan data juga meningkat. Oleh karena itu, autentikasi menjadi mekanisme krusial untuk memastikan keamanan data. Autentikasi adalah proses verifikasi identitas pengguna atau sistem untuk memastikan bahwa akses hanya diberikan kepada pihak yang sah atau yan diizinkan saja. Dengan memahami pentingnya dan cara kerja autentikasi, individu dan organisasi dapat melindungi data mereka dari ancaman cyber yang terus berkembang.

Artikel Terbaru

Whatsapp