Cara Mencegah agar Data Kamu Tidak Dicuri Orang Lain! • Widya Security Skip to content

Cara Mencegah agar Data Kamu Tidak Dicuri Orang Lain!

cara mencegah data dicuri

Beberapa tahun belakangan ini, pencurian data pribadi menjadi salah satu ancaman siber terbesar yang terjadi di Indonesia. Pencurian data pribadi sendiri merupakan tindakan mencuri atau merampas data pribadi seseorang yang tersimpan baik di institusi pemerintahan, swasta, maupun aplikasi mobile untuk kepentingan pihak tertentu tanpa adanya persetujuan dari pihak pemilik data. Bagaimana cara mencegah kejahatan ini? Sebelum itu, mari kita pelajari apa saja data yang dicuri.

Data-data yang dicuri beragam, mulai dari informasi pribadi seperti nama, alamat, dan nomor kartu kredit, hingga informasi bisnis seperti rancangan produk, data pelanggan, dan rahasia industri yang didapat dengan cara meretas dan masuk ke sistem keamanan, dan kemudian dijual di situs ilegal. Hal ini dapat dilakukan oleh hacker kapan saja. Pencurian data terbanyak yang dilakukan adalah yang berkaitan dengan data pribadi, seperti alamat dan nomor kartu kredit.

Pencurian data juga dapat terjadi secara fisik, seperti mencuri perangkat penyimpanan fisik (flash disk, hard disk, laptop, dll) yang berisi data, atau dapat terjadi secara siber. Dengan meretas atau mengakses data melalui jaringan atau sistem komputer. Pencurian data dianggap sebagai pelanggaran keamanan dan privasi yang serius, dengan potensi konsekuensi yang parah bagi individu maupun organisasi atau perusahaan.

Dampak Negatif Jika Data Pribadi Bocor/Dicuri

Pembobolan rekening dan layanan keuangan

Ketika Anda membuat rekening tabungan atau e-wallet, pasti diminta untuk mengisi data pribadi. Setiap perusahaan penyelenggara sistem elektronik (PSE) memiliki kewajiban untuk menyimpan data pribadi pengguna. Perusahaan dilarang menjual atau membocorkan data pengguna tanpa seizin pemiliknya. Namun, risiko hacker menyerang situs perusahaan dapat terjadi kapan saja. Data yang didapatkan dari perusahaan penyedia jasa layanan keuangan dapat dijadikan sasaran empuk untuk membobol rekening Anda. Informasi seperti NIK, alamat email, nomor telepon, hingga alamat rumah yang terhubung dengan akun rekening bisa dengan mudah dibobol oleh orang lain. 

Risiko terdampak phising, spoofing, dan cracking

Jika Anda mendapatkan pesan atau email dari anonim yang mengarah ke situs link tertentu, pastikan untuk tidak mengklik tautan tersebut. Tautan yang diberikan melalui pesan atau email itu seringkali merupakan upaya phising yang dilakukan oleh hacker dengan tujuan untuk mendapatkan informasi pribadi Anda. Ketika tautan diklik, Anda akan diarahkan ke situs web ilegal yang dibuat oleh seorang hacker maupun yang berkelompok untuk mendapatkan informasi data pribadi Anda dengan cara mencurinya. 

Ada juga spoofing, di mana seseorang akan menyamar menjadi pihak lain seperti bank, pemerintah, perusahaan, dan institusi lainnya. Biasanya pelaku spoofing akan menyerang melalui panggilan telepon atau mengirimkan aplikasi ilegal untuk diunduh. Jenis pencurian yang terakhir adalah cracking, di mana sistem keamanan komputer pribadi atau perusahaan dibobol untuk mendapatkan data-data di dalamnya. 

Para hacker biasanya mengincar data kredensial seperti kata sandi dan nomor pin. Selain itu, data-data seperti asuransi kesehatan, alamat rumah, hingga nama orang tua juga bisa jadi incaran para oknum tersebut.

Sasaran pengajuan pinjaman online

Dalam pengajuan pinjaman online, informasi pribadi Anda sangat dibutuhkan sebagai syarat pencairan uang yang diajukan. Jika terjadi kebocoran data pribadi dan oknum tak bertanggung jawab memiliki informasi pribadi lengkap Anda, besar kemungkinan mereka dapat mengajukan pinjaman online di aplikasi ilegal. 

Cara Mencegah agar Data Pribadi Tidak Dicuri

Sebagai pencegahan agar data pribadi tidak dicuri, Anda perlu melakukan beberapa hal. Berikut adalah beberapa cara mencegah pencurian informasi pribadi baik bagi individu maupun perusahaan:

Selalu Unduh Aplikasi Legal 

Jika di smartphone Anda masih ada aplikasi mod dan ilegal, sebaiknya segera hapus aplikasi tersebut agar tidak mengalami kasus pencurian informasi. Aplikasi ilegal tidak memiliki kualitas dan standar perlindungan data pengguna, sehingga memungkinkan pengembang aplikasi menggunakannya untuk kepentingan pribadi. Dengan menggunakan aplikasi legal, informasi Anda lebih terjamin karena ada persyaratan yang harus dipenuhi agar sebuah aplikasi bisa dikategorikan aman. Selain itu, risiko terkena virus berbahaya seperti malware bisa dihindari dengan menggunakan aplikasi legal. 

Namun, perlu diingat bahwa meskipun aplikasi tersedia di Google Play Store, Anda tetap harus berhati-hati karena ada beberapa aplikasi yang lolos rilis di Play Store dan mengandung malware. Pastikan selalu memeriksa ulasan dan reputasi pengembang sebelum mengunduh aplikasi.

Batasi Penggunaan WiFi Gratis di Tempat Umum

Mengerjakan tugas dan bersantai di kafe memang paling nyaman karena tersedia WiFi gratis. Namun, ternyata mengakses jaringan internet gratis di tempat umum bisa jadi salah satu media hacker untuk mendapatkan informasi pribadi. 

Anda bisa mencegahnya dengan menggunakan VPN atau menyambungkan internet dengan hotspot dari smartphone. Aplikasi VPN dapat menjaga data Anda supaya tidak mudah diretas. Dengan VPN, kegiatan transmisi data juga akan tertutupi sehingga orang lain tidak akan tahu aktivitas yang sedang Anda lakukan.

Sudah banyak aplikasi VPN yang bisa diunduh secara gratis di Google Play Store atau App Store. Akan tetapi, Anda perlu teliti dan cermat sebelum mengunduh aplikasi VPN. Carilah aplikasi yang sudah memiliki banyak pengguna dengan rating tinggi. 

Selalu Lakukan Enkripsi Data

Menjaga informasi pengguna menjadi kewajiban sebuah perusahaan. Perusahaan yang sudah menggunakan konsep digitalisasi data perlu memastikan data-data pengguna sudah terenkripsi dengan benar. 

Tujuannya tidak lain adalah untuk meningkatkan keamanan informasi agar tidak mudah diretas oleh hacker. Data-data sensitif pengguna seperti kata sandi dan nomor pin perlu dienkripsi seperti contohnya menggunakan SSL. 

Ditulis oleh : Eric Wirayudha

Artikel Terbaru

Whatsapp