Dalam era serangan siber yang semakin kompleks, pengujian penetrasi (penetration testing atau pentest) bukan lagi sekadar pilihan, tetapi kebutuhan. Banyak perusahaan memahami pentingnya pentest, tetapi belum mengetahui kapan kapan waktu yang tepat untuk melakukannya. Padahal, penentuan waktu sangat berpengaruh terhadap efektivitas hasil pentest dan kesiapan keamanan perusahaan secara keseluruhan.
Artikel ini akan membahas kebutuhan, indikator waktu yang ideal, siklus penerapan, hingga alasan mengapa perusahaan harus rutin melakukan pentest.
Apa Itu Pentest dan Mengapa Penting Dilakukan?
Keamanan digital bukan hanya soal memiliki sistem yang kuat, tapi juga soal tahu kapan harus mengujinya. Pentest adalah metode simulasi serangan siber yang dilakukan oleh ahli keamanan untuk menguji seberapa kuat pertahanan sebuah sistem. Proses ini bertujuan menemukan celah keamanan sebelum dimanfaatkan oleh pihak tidak bertanggung jawab.
Menurut Laporan IBM Cost of a Data Breach Report 2024, rata-rata kerugian perusahaan akibat pelanggaran data mencapai USD 4,45 juta, meningkat 15% dibandingkan 2020. Inilah sebabnya perusahaan harus memahami kapan waktu paling tepat untuk melakukan pentest.
Kapan Waktu yang Tepat Melakukan Pentest?
Beberapa kondisi yang paling tepat untuk melakukan pentest antara lain:
- Setelah Mengalami Perubahan Besar pada Sistem atau Infrastruktur.
Waktu paling ideal untuk melakukan pentest adalah setelah perusahaan melakukan perubahan signifikan, seperti:
- Migrasi server atau cloud
- Penambahan fitur aplikasi
- Penggantian arsitektur jaringan
- Penerapan teknologi baru (AI, IoT, API, dll.)
Setiap perubahan membuka potensi risiko baru. Tanpa pentest, perusahaan tidak akan tahu apakah sistem yang baru dibangun memiliki celah kritis.
Contoh kasus: Perusahaan e-commerce menambahkan API pembayaran baru. Tanpa pentest pasca-deployment, celah di API dapat menyebabkan kebocoran data pelanggan.
- Sebelum Peluncuran Produk Baru.
Sebelum aplikasi, website, atau fitur digital dirilis ke publik, perusahaan wajib memastikan sistem berada dalam kondisi paling aman. Pengujian dilakukan untuk memastikan bahwa tidak ada celah serius sebelum sistem digunakan oleh publik atau pelanggan.
Fase pra-peluncuran adalah momentum penting karena pada titik ini, seluruh komponen digital sudah tersusun, tetapi belum terekspos penuh ke pengguna luar. Pentest membantu meminimalisasi risiko bocornya informasi sensitif begitu sistem dipakai secara masif.
- Saat Perusahaan Mengalami Pertumbuhan dan Ekspansi Operasional.
Ketika bisnis berkembang, jumlah data meningkat, pengguna bertambah, dan akses sistem semakin luas. Setiap fase ekspansi membawa potensi risiko baru.
Perusahaan harus melakukan pentest saat:
- Membuka cabang baru
- Memperluas jaringan internal
- Menambah karyawan atau shift operasional
Mulai menggunakan vendor atau pihak ketiga
Semakin besar skala bisnis, semakin tinggi risiko serangan siber. Pentest diperlukan untuk memastikan infrastruktur aman mengikuti perkembangan perusahaan.
- Ketika Menghadapi Persyaratan Kepatuhan atau Regulasi.
Banyak industri wajib mengikuti standar keamanan seperti:
- ISO 27001
- PCI DSS
- HIPAA
- GDPR
- Peraturan OJK (untuk sektor keuangan di Indonesia)
Sebelum audit atau pembaruan sertifikasi, pentest menjadi keharusan. Misalnya, standar PCI DSS mensyaratkan perusahaan melakukan pentest minimal setahun sekali atau setelah perubahan signifikan.
Seberapa Sering Sebaiknya Melakukan Pentest?
Tidak ada satu frekuensi baku untuk seluruh perusahaan, karena kebutuhan pentest bergantung pada kompleksitas sistem, sektor industri, serta tingkat risiko keamanan yang dihadapi. Namun, sebagai acuan umum, pola berikut bisa digunakan:
- Startup dan UMKM: disarankan melakukan pentest 1–2 kali dalam setahun atau setiap kali merilis fitur besar.
- Perusahaan menengah hingga besar: idealnya menjalani pentest setiap 3–6 bulan, menyesuaikan ukuran dan kompleksitas infrastruktur.
- Layanan berisiko tinggi seperti perbankan, fintech, e-commerce, hingga data center: membutuhkan frekuensi lebih sering, misalnya setiap kuartal, bahkan bulanan untuk komponen tertentu yang sangat sensitif.
Yang jauh lebih penting bukan hanya seberapa sering pentest dilakukan, melainkan konsistensinya. Melakukan pengujian secara rutin dengan cakupan yang terarah akan jauh lebih efektif daripada melakukan pentest besar sekali saja tanpa tindak lanjut di periode berikutnya.
Mengapa Menentukan Waktu Pentest Sangat Penting bagi Keamanan Sistem?
Menentukan waktu pentest yang tepat sangat penting karena keamanan sistem tidak hanya bergantung pada teknologi yang digunakan, tetapi juga pada seberapa cepat perusahaan dapat mengidentifikasi dan menutup celah sebelum dieksploitasi. Serangan siber semakin kompleks, dan celah keamanan bisa muncul setelah update sistem, penambahan fitur, migrasi server, atau perubahan konfigurasi kecil sekalipun. Tanpa penjadwalan pentest yang tepat, perusahaan berisiko tidak menyadari adanya kerentanan kritis yang dapat membuka jalan bagi peretasan, pencurian data, hingga kerugian finansial.
Selain itu, pentest yang dilakukan pada waktu yang tepat memungkinkan perusahaan memperoleh gambaran keamanan yang lebih akurat. Pengujian yang terlalu jarang membuat ancaman tidak terdeteksi, sementara pengujian yang dilakukan terlalu dekat dengan perubahan sistem dapat menghasilkan hasil yang kurang relevan. Dengan menentukan waktu pentest secara strategis, misalnya setiap perubahan besar, setiap kuartal, atau saat perusahaan mulai menghadapi peningkatan trafik tim keamanan dapat memastikan bahwa sistem tetap kuat, stabil, dan mampu menghadapi ancaman siber yang terus berkembang
Bagaimana Menentukan Frekuensi Pentest yang Tepat?
Pentest tidak harus membuat anggaran membengkak. Frekuensinya bisa disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan, misalnya dengan:
- Memetakan prioritas risiko pada tiap sistem. Aplikasi yang digunakan publik dan memproses transaksi sebaiknya diuji lebih rutin dibanding sistem internal yang jarang mengalami perubahan.
- Melakukan pengujian ringan (light pentest) untuk siklus rilis cepat. Pendekatan ini ideal untuk startup atau tim yang sering menambah fitur baru.
- Menggabungkan pentest dengan vulnerability assessment berkala. Dengan cara ini, pentest besar dapat difokuskan hanya pada area yang dianggap kritis berdasarkan hasil pemindaian sebelumnya.
Kesimpulan
Penetration testing tidak boleh dipandang sekadar rutinitas teknis. Penentuan waktu dan frekuensi pentest bukan soal mengikuti angka tertentu, melainkan memahami momen ketika sistem benar-benar membutuhkan evaluasi keamanan. Dengan begitu, perusahaan dapat terus berkembang dengan aman tanpa harus menunggu celah atau insiden terjadi terlebih dahulu.
Ingin memastikan sistem perusahaan Anda benar-benar aman?
Widya Security menyediakan layanan penetration testing profesional dengan metode terbaru, laporan komprehensif, dan rekomendasi perbaikan yang tepat sasaran.
- Lindungi aset digital Anda sekarang.
- Konsultasikan kebutuhan pentest perusahaan Anda.
- Hubungi Widya Security untuk layanan keamanan siber terbaik dan konsultasikan gratis hari ini untuk cek apakah sistem Anda sudah saatnya diuji.
Takeaways
- Pentest penting dilakukan pada momen strategis seperti setelah perubahan sistem, sebelum launching, atau pasca insiden keamanan.
- Frekuensi pentest tidak seragam; setiap perusahaan dapat menyesuaikan berdasarkan risiko, ukuran bisnis, dan jenis industri.
- Startup dan UMKM cukup melakukan pentest 1–2 kali setahun, sedangkan industri berisiko tinggi memerlukan pengujian lebih sering.
- Konsistensi lebih penting dibanding frekuensi, pengujian rutin yang terfokus lebih efektif daripada pentest besar yang jarang dilakukan.
- Kombinasi pentest berkala dan vulnerability assessment rutin dapat mengoptimalkan biaya sekaligus memperkuat keamanan sistem.
Sumber: Philipp Katzenberger

