Skip to content
Home / Artikel / Pengujian Pentest Transaksi Digital dalam Cybersecurity

Pengujian Pentest Transaksi Digital dalam Cybersecurity

Pengujian Pentest Transaksi Digital dalam Cybersecurity Artikel ini membahas pentingnya pengujian pentest pada transaksi digital di bidang cybersecurity dan bagaimana Widya Security memfasilitasi layanan ini.

Pengujian Pentest Transaksi Digital dalam Cybersecurity

Widya Security adalah perusahaan cyber security asal Indonesia yang berfokus pada penetration testing. Dengan meningkatnya penggunaan teknologi digital, terutama dalam bidang transaksi keuangan, pengujian pentest menjadi sangat vital untuk memastikan keamanan transaksi digital.

Pentingnya Pengujian Pentest untuk Transaksi Digital

Di era digital ini, keamanan transaksi digital menjadi perhatian utama. Berdasarkan sebuah survei dari Ponemon Institute, diketahui bahwa hampir 60% pelanggaran data disebabkan oleh kesalahan manusia. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun infrastruktur keamanan mungkin kuat, kesalahan manusia tetap menjadi salah satu vektor serangan yang paling sering terjadi. Untuk itu, pengujian pentest diperlukan untuk menemukan kerentanan sebelum pihak yang tidak bertanggung jawab dapat mengeksploitasinya.

Statistik Pentesting Global Tahun 2025

Berdasarkan laporan Pentesting Statistics 2025, data berikut ini menunjukkan tren penting di bidang pentesting:

  • 73% pelanggaran yang sukses di sektor bisnis berasal dari kerentanan aplikasi web, yang merupakan titik masuk umum untuk transaksi digital.
  • 86% perusahaan memiliki vektor eksploitasi yang rentan dari aplikasi web, dan 75% firma keamanan informasi melakukan pentest untuk kepatuhan terhadap regulasi.

Proses dan Metodologi Penetration Testing

Proses pengujian pentest biasanya mencakup beberapa langkah kunci:

  1. Pengumpulan Informasi: Mengumpulkan data tentang sistem yang akan diuji.
  2. Identifikasi Kerentanan: Mencari celah keamanan yang bisa dieksploitasi.
  3. Eksploitasi: Menguji kerentanan yang ditemukan untuk melihat dampaknya.
  4. Pelaporan: Menyusun laporan lengkap tentang temuan dan rekomendasi perbaikan.

Penerapan Pengujian pada Transaksi Digital di Indonesia

Keberadaan sistem transaksi digital di Indonesia mengalami pertumbuhan pesat. Namun, bersamaan dengan itu, risiko kebocoran data juga meningkat. Laporan dari PwC menunjukkan bahwa 81% perusahaan di Indonesia berisiko kebocoran data, menambahkan urgensi untuk melaksanakan pengujian pentest secara rutin. Dalam konteks layanan lainnya, Widya Security menawarkan solusi consultancy cybersecurity yang komprehensif.

Baca Juga  5 Langkah Identity Proofing di Dunia Cybersecurity

Keuntungan Penetration Testing untuk Bisnis

Ada banyak keuntungan yang dapat diperoleh dengan melakukan pengujian pentest, antara lain:

  • Identifikasi Kelemahan Lebih Awal: Mengurangi risiko dengan menemukan celah sebelum dieksploitasi.
  • Kepatuhan terhadap Regulasi: Membantu perusahaan untuk mematuhi regulasi industri seperti PCI DSS.
  • Peningkatan Kepercayaan Pelanggan: Dengan menerapkan keamanan yang lebih baik, perusahaan dapat meningkatkan reputasi mereka di mata pelanggan.

Kesimpulan

Dari hasil riset dan data yang ada, jelas bahwa pengujian pentest transaksi digital merupakan langkah penting dalam menjaga keamanan data dan kepercayaan pengguna. Mengingat banyaknya ancaman siber yang ada, perusahaan, baik besar maupun kecil, harus mempertimbangkan pengujian pentest sebagai bagian dari strategi keamanan mereka.

Takeaways:

  • Pengujian pentest adalah bagian penting dari cybersecurity untuk transaksi digital.
  • Kesalahan manusia menjadi faktor utama dalam pelanggaran data.
  • Statistik menunjukkan bahwa banyak perusahaan masih sangat rentan terhadap serangan siber.
  • Melakukan pentest dapat mengurangi peluang tindak kriminal dalam transaksi digital.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai penetration testing, kunjungi link ini.

Bagikan konten ini