Skip to content
Home / Artikel / Solusi Mengamankan Data Pasien di Era Digitalisasi

Solusi Mengamankan Data Pasien di Era Digitalisasi

Solusi Mengamankan Data Pasien di Era Digitalisasi

Solusi Mengamankan Data Pasien di Era Digitalisasi

Era digitalisasi telah membawa transformasi besar dalam industri kesehatan. Transformasi dapat meningkatkan efisiensi dalam penyediaan perawatan medis dan meningkatkan akses pasien terhadap informasi kesehatan mereka. Namun, dengan keuntungan ini juga muncul tantangan besar, terutama dalam hal keamanan data pasien. 

Saat ini, informasi medis pribadi yang sensitif, seperti riwayat medis, resep obat, dan hasil tes yang sekarang disimpan dalam bentuk digital. Ternyata kemudahan akses bagi tenaga medis yang berwenang dapat mengundang perhatian pelaku kejahatan cyber yang tidak diinginkan. Keamanan data kesehatan menjadi semakin penting karena data pasien menjadi data yang sensitif dan menjadi sasaran yang menarik bagi pelaku kejahatan cyber.

Pada tahun 2021 silam, muncul dugaan kebocoran data kesehatan pemerintah. Dugaan kebocoran data pertama kali terungkap pada 15 Juli 2021, dimana terjadi kebocoran data pada aplikasi Indonesia Health Alert Card atau eHAC yang dibentuk pertama kali oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Data yang bocor lebih dari 1,3 juta pengguna mulai dari data tes covid-19, data dari 226 rumah sakit dan klinik di Indonesia, dan informasi pengguna eHAC. Kebocoran data ini diungkap oleh tim peneliti dari VPN Mentor pada tanggal 15 Juli, namun baru mendapat tanggapan pada tanggal 22 Agustus 2022 dari Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).

Berdasarkan laporan BBC News Indoensia, kebocoran data kesehatan yang diungkap oleh tim VPN Mentor membuat panik semua pengguna aplikasi eHAC. Melihat kekhawatiran masyarakat, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia memberikan tanggapan dan menghimbau agar masyarakat tidak perlu panik. 

“Kami akan melakukan investigasi dan audit untuk memastikan kebocoran data yang telah diungkap oleh tim VPN Mentor.” Ungkap Anas Ma’ruf, selaku Kepala Pusat Data dan Informasi Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. 

Baca Juga  Penggunaan Symmetric Encryption dalam Cybersecurity

Melihat kasus di atas, membuat kita paham akan pentingnya data security dalam menjaga keamanan data di sektor kesehatan. Keamanan data menjadi hal yang sensitif sebab menyangkut banyak informasi pribadi pasien, sehingga setiap instansi kesehatan wajib memaksimalkan peran cyber security.

 

Solusi Proteksi Data Kesehatan Pasien

Dalam dunia kesehatan yang semakin terhubung, perlindungan data kesehatan pasien menjadi perhatian utama. Oleh karena itu, penting untuk memahami berbagai solusi yang dapat diterapkan untuk melindungi data kesehatan pasien dengan efektif. Berikut adalah beberapa solusi yang efektif untuk mengamankan data pasien di era digitalisasi.

Implementasi Teknologi Keamanan Cyber yang Memadai

Implementasi teknologi keamanan cyber yang tepat dan strategis adalah langkah pertama dalam menjaga integritas informasi. Pentingnya implementasi teknologi keamanan yang memadai dalam melindungi data sensitif dapat mengurangi risiko serangan cyber, dan menjaga operasional bisnis tetap berjalan dengan lancar.

Mengelola Batas Akses Database

Mengelola batas akses database menjadi langkah penting dalam menjaga keamanan dan integritas data. Perusahaan dapat mengendalikan siapa saja yang berhak untuk mengakses data untuk melihat, mengubah, atau mengedit data yang tersimpan di sistem database. Hal ini dilakukan agar tidak terjadi kebocoran data yang dapat merugikan perusahaan maupun instansi lainnya.

Rutin Melakukan Uji Keamanan Sistem Perusahaan

Penting untuk dicatat bahwa uji keamanan sistem tidak hanya dilakukan satu kali, namun perlu dilakukan secara rutin. Ini mencakup uji keamanan cyber, uji performa sistem, dan sebagainya. Dengan rutin melakukan uji keamanan sistem, perusahaan dapat meminimalkan risiko dan menjaga kelancaran operasionalnya. Perusahaan dapat melakukan uji sistem dengan Vulnerability Assessment and Penetration Testing (VAPT) untuk melihat seberapa kuat keamanan sistem yang dimiliki oleh perusahaan.

Baca Juga  Kesalahan Umum dalam Vulnerability Assessment

Melakukan Pelatihan Tim Keamanan Perusahaan

Pentingnya memberikan edukasi kepada staff perusahaan tentang praktik keamanan data. Hal ini termasuk pelatihan mengenai cara menghindari serangan cyber, dan mengidentifikasi potensi ancaman cyber. Tim yang terlatih lebih siap menghadapi ancaman keamanan cyber yang terus berkembang dan menjaga perusahaan tetap aman dalam lingkungan bisnis yang semakin kompleks. Selain itu, perusahaan dapat menggunakan layanan 

Menyoroti perihal tersebut, Widya Security menawarkan solusi lewat teknologi keamanan cyber dengan tim ahli yang profesional. Widya Security menyediakan layanan Vulnerability Assessment and Penetration Testing (VAPT) untuk membantu perusahaan dalam melindungi sistem dari ancaman cyber yang semakin berkembang di era digitalisasi. Kunjungi laman widyasecurity.com untuk mengetahui layanan dari Widya Security. Segera hubungi untuk berdiskusi secara personal dengan tim kami melalui WhatsApp Klik Disini

 

Bagikan konten ini