Digitalisasi merupakan proses pengalihan atau konversi teknologi analog ke digital. Atau proses pemanfaatan teknologi digital guna meningkatkan kinerja, efisiensi, pergantian model bisnis.
Tujuan utama digitalisasi dalam masa sekarang tentunya memenuhi permintaan dan kebutuhan masyarakat yang semakin serba digital dalam kehidupan sehari-hari. Tak terkecuali di dalam kegiatan finansial, seperti transaksi, menabung dan investasi.
Akselerasi digitalisasi di dalam industri perbankan didorong oleh perilaku konsumsi masyarakat. Transaksi digital di seluruh dunia diproyeksikan akan mencapai USD 10.7 triliun di tahun 2024 dan akan terus tumbuh mencapai USD 14.7 triliun tahun 2027.
Industri Digital Payment saat ini mengalami lonjakan pertumbuhan, didorong oleh adopsi teknologi yang semakin meningkat dalam e-commerce dan pembayaran seluler, serta munculnya pembayaran tanpa sentuh atau contactless payment melalui handphone, jam tangan, dsb akibat dari pandemi COVID-19.
Berikut manfaat digitalisasi di dalam sektor perbankan :
Kemudahan Registrasi
Proses registrasi yang rumit dan administrasi yang berbelit-belit masih menjadi alasan banyak orang untuk malas datang ke bank atau membuka akun bank. Hal ini terutama ditemukan di kalangan milenial yang lebih suka proses yang lebih simpel dan cepat.
Hal ini tentunya akan membantu meningkatkan kualitas pengalaman pengguna bank digital yang lebih baik.
Hemat Biaya
Mudahnya proses keadministrasian juga mengurangi biaya-biaya yang harus dibayar oleh bank seperti pegawai, biaya overhead dan biaya-biaya operasi lainnya. Bank lebih fokus untuk membangun aplikasi seluler dan situs web yang ramah pengguna atau user friendly dan kaya fitur.
Transaksi Internasional
Transaksi dari dalam negeri ke luar negeri akan menjadi lebih mudah, nasabah bank digital bisa melakukan pengiriman dana yang dilakukan bersumber dari tabungan rupiah dan langsung bisa dikonversi menjadi mata uang asing (remittance) sesuai kebutuhan penerima di luar negeri dengan nilai tukar yang lebih murah.
Keamanan
Keamanan dalam sektor finansial seperti bank menjadi keprihatinan masyarakat. Di era digitalisasi ancaman-ancaman serangan cyber menjadi kekhawatiran nomer satu nasabah.
Disini banyak diintegrasikan sistem keamanan seperti OTP multi factor autentifikasi yang sering digunakan dalam sistem bank digital, keamanan biometrik sidik jari juga menjadi opsi dalam mengamankan aktivitas nasabah.
Digitalisasi pembayaran melalui dompet elektronik dinilai lebih aman karena terhindarkan dari pencurian secara fisik, maupun kehilangan kartu-kartu bank yang sering terjadi karena kelalaian manusia. Ini memberikan alasan lebih bagi sebagian orang untuk beralih ke perbankan digital.
Kontrol Akses
Bank fisik mempunyai jam-jam buka yang terbatas, sedangkan dengan digital transaksi nasabah bisa dilakukan jam kapan saja karena layanan bank dilakukan secara online. Akses berbagai layanan keuangan dan perbankan kapan saja, 24 jam, dan di mana saja tanpa terikat pada jam karyawan di bank.
Anda tidak lagi perlu mengunjungi kantor cabang bank untuk mengakses dan mengelola keuangan. Bahkan sekarang, bank digital juga mendukung layanan offline di kantor cabang, seperti kehadiran fitur Sistem Manajemen Antrian.
Kesimpulan
Manfaat digitalisasi di industri perbankan melibatkan kemudahan registrasi, efisiensi biaya, transaksi internasional yang mudah, peningkatan keamanan, dan kontrol akses yang lebih fleksibel. Digitalisasi memenuhi tuntutan masyarakat yang mengadopsi perilaku digital terutama pada aktivitas finansial. Keamanan bank digital bisa ditingkatkan melalui fitur keamanan seperti OTP dan biometrik sidik jari.
Bank digital memberikan pengalaman pengguna yang lebih baik dengan registrasi yang mudah dan transaksi yang dapat dilakukan kapan saja secara online. Teknologi ini juga mengurangi biaya administrasi bank, memberikan kontrol akses yang lebih fleksibel, dan mendukung transaksi internasional dengan nilai tukar yang lebih menguntungkan.
Pastikan keamanan data finansial Anda dari serangan dan ancaman kejahatan siber. Widya Security menawarkan jasa keamanan siber yang terpercaya melalui metode pentest yang terbukti memperbaiki celah di dalam sistem web aplikasi terutama aplikasi untuk industri perbankan.
Ditulis Oleh : Muhammad Nur Firman









