Skip to content
Home / Artikel / Daerah Rentan Serangan Siber di Indonesia

Daerah Rentan Serangan Siber di Indonesia

Rentan serangan

Keamanan siber menjadi isu strategis bagi Indonesia di tengah percepatan transformasi digital. Aktivitas digital yang meningkat baik pada sektor pemerintahan, perusahaan, maupun masyarakat menjadikan beberapa wilayah lebih rawan menjadi sasaran kejahatan siber. Berdasarkan Laporan Ancaman Digital Indonesia Semester 1 2023 dari Awan Pintar, sejumlah daerah di Indonesia mencatat intensitas serangan yang jauh lebih tinggi dibanding wilayah lain. Artikel ini membahas daerah paling rentan serangan siber di Indonesia, dampaknya, alasan penyebab kerentanan, serta mitigasi yang perlu dilakukan.

Daerah Rentan Serangan Siber 

Wilayah yang memiliki infrastruktur internet kuat dan aktivitas digital yang cenderung padat lebih cenderung menjadi sasaran lebih besar. Terdapat 5 daerah yang mencatat aktivitas serangan domistik tertinggi. Lima daerah tersebut adalah: 

  1. Jakarta (58,83%)

Sebagai pusat digital nasional dan pusat pemerintahan, Jakarta menjadi wilayah paling sering menerima serangan. Infrastruktur digital yang besar membuatnya menjadi target utama.

  1. Pekanbaru (26,36%)

Aktivitas industri dan layanan digital yang berkembang pesat di Riau menjadikan Pekanbaru salah satu wilayah yang paling banyak mendapat serangan siber.

  1. Balikpapan (6,19%)

Balikpapan adalah pusat industri energi dan logistik Kalimantan. Banyaknya sistem digital penting membuatnya rentan terhadap serangan terarah.

  1. Yogyakarta (4,19%)

Sebagai kota pendidikan dan pusat inkubasi teknologi, Yogyakarta memiliki banyak aktivitas digital yang menjadi incaran peretas.

  1. Bandung (2,39%)

Kota dengan ekosistem teknologi dan startup yang aktif ini turut menjadi target serangan, terutama pada infrastruktur bisnis dan pemerintahan daerah.

Dampak Serangan Siber di Daerah Rawan

Serangan siber bukan hanya merusak sistem, tetapi juga menimbulkan dampak yang luas bagi ekonomi, layanan publik, dan keamanan nasional. Berikut merupakan dampak yang dapat ditimbulkan.

  1. Gangguan operasional pemerintah dan layanan publik
Baca Juga  Audit Sistem Informasi Keuangan dalam Bidang Cybersecurity

Beberapa tahun terakhir, sejumlah pemerintah daerah mengalami gangguan layanan akibat peretasan. Dampaknya dapat berupa:

  • Tidak berfungsinya layanan administrasi
  • Keterlambatan pelayanan publik
  • Kebocoran data kependudukan
  1. Kerugian Finansial

Menurut laporan IBM Cost of a Data Breach Report 2023, rata-rata kerugian satu insiden kebocoran data mencapai US$ 4,45 juta. Dampak ekonomi di daerah pada aktivitas digital tentu jauh lebih besar. 

  1. Hilangnya kepercayaan publik

Serangan siber yang menyasar pemerintah daerah atau bisnis lokal dapat menurunkan rasa aman masyarakat terhadap layanan digital.

  1. Penyalahgunaan Data Penduduk

Data pribadi seperti KTP, email, password, dan informasi finansial dapat dijual di pasar gelap dan digunakan untuk:

  • Penipuan digital
  • Akses ilegal ke perbankan
  • Rekayasa sosial untuk serangan lanjutan

Penyalahgunaan data pribadi memberi efek jangka panjang pada keamanan nasional.

Bagaimana Serangan Siber Bisa Terjadi

Serangan siber yang menyasar daerah-daerah tersebut didominasi oleh:

  • Backdoor DoublePulsar: 38 juta serangan
  • Eksploitasi RDP dan SMB
  • Phishing email dan  malware spam
  • Brute force login pada FTP/SSH.

Yang mana jenis serangan ini rata-rata terjadi karena:

  • Port terbuka pada layanan kritis
  • Penggunaan password lemah 
  • Kurangnya enkripsi
  • Minimnya monitoring jaringan. 

80% insiden siber ini terjadi akibat kredensial yang dicuri atau konfigurasi keamanan yang salah. 

Strategi Mitigasi untuk Daerah Rentan Serangan Siber

Untuk mengurangi risiko serangan siber di daerah rawan, beberapa langkah mitigasi harus dilakukan secara terpadu pada tingkat pemerintah daerah, perusahaan, dan masyarakat.

  1. Peningkatan Keamanan Infrastruktur Digital
  • Melakukan audit keamanan berkala
  • Menutup port yang tidak digunakan
  • Meningkatkan firewall dan IDS/IPS
  • Memperbarui sistem secara rutin.
  1. Edukasi dan Literasi Keamanan Siber

Menurut berbagai jurnal edukasi digital, edukasi menjadi pilar terpenting dalam mencegah phishing dan penipuan online.
Pemerintah daerah dapat mengadakan pelatihan rutin untuk:

  • ASN
  • Pelaku UMKM
  • Pelajar dan mahasiswa
  1. Implementasi Teknologi Monitoring Berbasis AI
Baca Juga  Root Cause Analysis: Solusi Tepat untuk Masalah Keamanan Siber

AI terbukti lebih cepat mendeteksi anomali jaringan, aktivitas mencurigakan, dan serangan brute force.

Di sinilah teknologi seperti AI Vision, Sensor Monitoring, dan deteksi anomali digital menjadi sangat penting, terutama dengan meningkatnya serangan real time pada port kritis seperti 445 (SMB) dan 3389 (RDP).

  1. Pembentukan CSIRT Daerah

BSSN mendorong pembentukan Computer Security Incident Response Team (CSIRT).
Fungsi CSIRT:

  • Merespons insiden
  • Mengelola kebocoran data
  • Mengkoordinasikan mitigasi
  1. Kolaborasi dengan Ekosistem Keamanan Siber Nasional

Pemerintah daerah perlu bekerja sama dengan Penyedia solusi keamanan swasta. Yang mana kolaborasi ini memperkuat ketahanan siber nasional.

Kesimpulan

Berdasarkan data dan berbagai riset, daerah rentan serangan siber di Indonesia didominasi oleh wilayah dengan infrastruktur digital maju seperti Jakarta, Depok, Tangerang, Bogor, dan Bekasi. Tingginya aktivitas digital, besar­nya lalu lintas data, serta banyaknya sistem tidak terproteksi menjadikan daerah ini sasaran ideal bagi pelaku kejahatan siber.

Serangan siber memiliki dampak besar, mulai dari gangguan operasional pemerintah, kerugian ekonomi, hingga kebocoran data pribadi. Karena itu, mitigasi harus dilakukan secara serius melalui peningkatan keamanan infrastruktur, edukasi publik, implementasi AI, dan penguatan kolaborasi keamanan nasional.

Lindungi sistem Anda sebelum terjadi serangan.

Ancaman siber terus meningkat dari tahun ke tahun, dan data menunjukkan bahwa daerah dengan aktivitas digital tinggi menjadi target utama.

Widya Security  hadir sebagai solusi keamanan siber berbasis AI yang mampu mendeteksi ancaman secara real-time, menganalisis anomali, serta memberikan perlindungan menyeluruh untuk bisnis, pemerintahan, dan organisasi Anda.

Sumber gambar: Rizki Oceano 

Bagikan konten ini