Skip to content
Home / Artikel / Cloud Jacking: Ancaman Baru Dalam Keamanan Siber

Cloud Jacking: Ancaman Baru Dalam Keamanan Siber

Cloud Jacking: Ancaman Baru Dalam Keamanan Siber Artikel tentang Cloud Jacking, ancaman dalam keamanan siber, cara melindungi diri.

Cloud Jacking: Ancaman Baru Dalam Keamanan Siber

Saya, sebagai seorang yang berkecimpung di dunia Cybersecurity, ingin membahas topik yang sedang hangat akhir-akhir ini, yaitu Cloud Jacking. Widya Security adalah perusahaan cyber security asal Indonesia yang berfokus pada penetration testing, yang sangat penting dalam mengatasi serangan-serangan seperti ini. Jadi, mari kita kedepankan obrolan ini dengan pemahaman yang lebih baik tentang apa itu Cloud Jacking dan bagaimana kita dapat melindungi diri kita dari ancaman ini.

Apa Itu Cloud Jacking?

Cloud jacking (atau cloud account hijacking) merupakan sebuah serangan di mana penyerang mengambil alih akun cloud untuk melakukan berbagai aktivitas jahat, seperti mencuri data, mengganggu layanan, atau meluncurkan serangan lanjutan. Menurut CrowdStrike, terdapat peningkatan 75% dalam intrusi lingkungan cloud hanya dalam satu tahun pada 2023 akibat serangan ini.

Data Pendukung Mengenai Cloud Jacking

  • Peningkatan ancaman: CrowdStrike mencatat adanya lonjakan 75% intrusi yang disebabkan oleh kompromi kredensial serta eksploitasi kerentanan.
    Referensi: CrowdStrike
  • Eksploitasi cloud terkait cryptojacking: Banyak kampanye menargetkan Docker API yang digunakan untuk membentuk botnet cryptojacking dengan miner XMRig serta malware perfctl.
    Referensi: SISA
  • Lanskap cybersecurity: Studi di TechRxiv mengidentifikasi ancaman cloud jacking dalam era integrasi IoT.
  • Laporan ancaman tahunan: Cloud Security Alliance merilis Top Threats to Cloud Computing 2025, yang membahas breach terkait identitas dan akses manajemen, termasuk cloud jacking.
    Referensi: Cloud Security Alliance

Bagaimana Cloud Jacking Terjadi?

Cloud jacking umumnya terjadi akibat ketidaktahuan pengguna terhadap keamanan akun mereka. Penyerang dapat menggunakan berbagai metode untuk mendapatkan akses, termasuk:

  • Pembobolan Credential: Jika seorang pengguna menggunakan password yang lemah atau yang sama di beberapa akun, maka penyerang bisa mendapatkan akses dengan mudah.
  • Phishing: Teknik ini sering digunakan untuk memancing pengguna agar memberikan informasi sensitif.
  • Eksploitasi Kerentanan: Beberapa aplikasi mungkin memiliki celah yang dapat dieksploitasi penyerang untuk mendapatkan akses.
Baca Juga  Vulnerability Assessment vs Penetration Testing: Apa Bedanya?

Kapan Cloud Jacking Terjadi?

Saya yakin kita semua tahu bahwa serangan ini menjadi lebih marak ketika banyak perusahaan beralih ke layanan cloud. Dalam beberapa tahun terakhir, terjadi pergantian besar-besaran menuju penyimpanan data di cloud, yang ternyata menjadi lahan subur bagi para penyerang.

Cara Melindungi Diri dari Cloud Jacking

Saya selalu berpesan kepada klien dan rekan-rekan saya, untuk selalu berhati-hati. Berikut adalah beberapa langkah yang bisa diambil untuk melindungi diri dari cloud jacking:

  1. Gunakan Password yang Kuat: Pastikan password Anda adalah kombinasi dari huruf besar, huruf kecil, angka, dan simbol.
  2. Aktifkan Two-Factor Authentication (2FA): Dengan cara ini, meskipun penyerang memperoleh password Anda, mereka tetap memerlukan kode kedua untuk masuk.
  3. Pantau Aktivitas Akun Secara Rutin: Selalu periksa log aktivitas untuk mendeteksi adanya sesuatu yang mencurigakan.
  4. Jaga Keamanan Perangkat: Pastikan bahwa perangkat yang Anda gunakan untuk mengakses layanan cloud selalu terjaga keamanannya dengan antivirus dan sistem operasi terbaru.

Kesimpulan

Cloud Jacking adalah salah satu ancaman terbesar dalam dunia Cybersecurity saat ini. Melindungi akun cloud Anda adalah langkah penting yang tidak boleh dianggap remeh. Dengan mengikuti panduan ini, Anda dapat mengurangi risiko terkena serangan jahat ini.

Takeaways

  • Cloud Jacking adalah serangan di mana penyerang mengambil alih akun cloud.
  • Penting untuk menggunakan password yang kuat dan aktifkan 2FA.
  • Monitoring aktivitas akun secara rutin sangat disarankan.
  • Perangkat harus aman dengan perangkat lunak terbaru.

Untuk lebih mendalami tentang cara meningkatkan keamanan digital Anda melalui Penetration Testing atau layanan lainnya, silakan kunjungi Widyasecurity.

Bagikan konten ini