Skip to content
Home / Artikel / Server KPU 2024 Dimanipulasi China?

Server KPU 2024 Dimanipulasi China?

150305

Tanggal 14 Februari 2024 kemarin bertepatan dengan hari Valentine, Indonesia telah merayakan pesta demokrasi tiap lima tahunan nya, masing-masing dari kita yang telah memiliki kartu pemilih berbondong-bondong ke TPS untuk memberikan hak pilih kita. Antusias masyarakat terbilang ramai khususnya generasi anak muda, lebih dari 50% pemilih didominasi oleh pemilih milenial dan gen Z. Ini berarti sebagian besar pemilih di tahun ini melek dengan teknologi dan sosial media.

 KPU sendiri sebagai badan penyelenggara pemilu melakukan inovasi guna meningkatkan kualitas pemilu di tahun ini, seperti Sistem Rekapitulasi (Sirekap) yang memberikan data pemungutan suara atau rekapitulasi pemilu secara real time. Belakangan ini viral di sosial media khususnya twitter ditemukan bahwa alamat  domain sirekap-web.kpu.go.id dan pemilu2024.kpu.go.id yang merupakan sub domain dari kpu.go.id, menggunakan layanan hosting dari perusahaan Alibaba perusahaan yang berbasis di China, dan memiliki IP server di Singapura dan Perancis, hal ini sempat membuat gelisah tidak hanya di kalangan Gen Z namun juga netizen, memunculkan pertanyaan di balik pesta demokrasi yang telah berlangsung, apakah China memanipulasi data pemilu Kita? Mari kita bahas! 

Jika dilakukan check hosting melalui hosting checker online, diketahui bahwa sub domain milik KPU, pemilu2024.kpu.go.id dan sirekap-web.kpu.go.id menggunakan layanan dari Alibaba perusahaan Multi National Company asal China yang menyediakan berbagai layanan salah satunya hosting domain. Alibaba Cloud menawarkan layanan cloud yang tersedia dengan sistem bayar sesuai pemakaian, dan mencakup komputasi elastis, penyimpanan data, database relasional, pemrosesan big data, perlindungan anti-DDoS, dan jaringan pengiriman konten (CDN).

Lalu apakah ini berarti data pemilu KPU tidak aman atau bisa dimanipulasi? Banyak yang salah mengerti bahwa KPU menggunakan jasa hosting dari Alibaba bukan berarti data pemilu KPU terancam dimanipulasi, hosting domain dari Alibaba hanya digunakan untuk membantu jangkauan yang lebih luas yang datang dari dalam negeri atau luar negeri. Tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa database dari KPU di hosting di server luar negeri. 

Baca Juga  Audit Keamanan Sistem Keuangan Internal dalam Cybersecurity

Pihak KPU sendiri melalui komisioner KPU, Betty Epsilon Idroos menyampaikan,”Lokasi penyimpanan data seluruhnya berada di Indonesia, tidak ada data yang disimpan di entitas negara lain,” ujarnya dalam konferensi pers Senin malam di kantor KPU, 19/02/2024.

Betty juga mengungkapkan,”Untuk mengolah trafik yang begitu tinggi, KPU mengimplementasikan sistem Content Delivery Network (CDN) yang berfungsi sebagai loket-loket yang tersebar di seluruh belahan dunia termasuk Singapura.”

      “Dengan CDN itu, masyarakat diharapkan dapat mengakses portal publikasi Sirekap yang akan diarahkan ke CDN sehingga website memiliki kinerja lebih cepat dan aman. Dari sisi keamanan, Sirekap dilindungi oleh Web Application Firewall (WAF) dan anti-DDoS, yang dapat membersihkan traffic secara efisien dan memberi perlindungan, bahkan saat ada peningkatan akses yang sangat tinggi secara bersamaan ke aplikasi itu.”

  Jadi dapat disimpulkan bahwasanya kekhawatiran terkait penggunaan layanan dari China tidaklah membuat data hasil pemilu dimanipulasi, namun justru untuk keperluan menjaga arus masuk ke website yang cukup tinggi dan menghindari terjadinya serangan-serangan siber yang sempat dialami oleh Sirekap dan berhasil diatasi dalam hitungan jam.

   Sudah menjadi kewajiban bagi kita sebagai warga negara terutama generasi milenial dan gen z untuk terus memantau jalannya pemilu kali ini sampai perhitungan final nanti di bulan Maret, pastikan kita tidak menjadi korban “hoax” dan memanfaatkan teknologi informasi yang kita miliki sebaik mungkin untuk mencari informasi yang benar.

Bagikan konten ini