Keuntungan Penetration Testing untuk Keamanan Cyber Perusahaan

Keamanan cyber adalah prioritas utama bagi perusahaan dalam menghadapi era digital. Meningkatnya arus digital membuat perusahaan rentan terkena serangan cyber. 

Untuk mengembangkan strategi keamanan cyber ini, diperlukan perencanaan dan penilaian sistem jaringan yang digunakan perusahaan. Salah satunya adalah dengan menilai sistem jaringan dari sudut pandang penyerang cyber (peretas) melalui penetration testing.

Apabila diuji dengan benar, penetration testing tidak hanya memberikan perbaikan sistem. Tetapi juga wawasan mengenai pertahanan perusahaan dalam menghadapi ancaman cyber. 

Keuntungan Penetration Testing

Ada beberapa keuntungan yang didapat perusahaan apabila melakukan penetration testing, seperti:

Meningkatkan kepercayaan mitra

Dengan melakukan penetration testing perusahaan menunjukkan komitmennya untuk menjaga informasi rahasia sebagaimana standar ISO 20071. Hal ini dapat berdampak positif terhadap reputasi dan pertumbuhan perusahaan.

Mengurangi risiko berupa kerugian finansial

Kerusakan reputasi, atau gangguan operasional. Apabila terjadi serangan cyber, perusahaan dapat dirugikan karena menurunnya reputasi, kerugian finansial untuk perbaikan, hingga tuntutan hukum yang menyebabkan operasional terganggu.  Penetration testing adalah langkah mitigasi untuk mencegah kerentanan keamanan dalam sistem, aplikasi, atau jaringan dieksploitasi oleh penyerang cyber. 

Mengukur kerentanan sistem

Penetration testing memberi laporan (reporting) dan indikator kinerja utama (KPI) yang dapat digunakan untuk mengukur dampak n efektivitas pengujian. Laporan ini dapat memberi wawasan tentang berbagai aspek dari proses pengujian, termasuk jumlah kerentanan yang ditemukan, akurasi temuan secara menyeluruh. 

Melindungi perusahaan dari ancaman cyber

Tujuan utama dari penetration testing adalah melindungi organisasi dari ancaman cyber atau serangan keamanan cyber. Perusahaan dapat melihat informasi, bahkan berkonsultasi mengenai kerentanan sistem yang sedang digunakan. 

Penetration testing memang memberi dampak secara signifikan terhadap perkembangan perusahaan. Selain mencegah kerugian finansial dan reputasi, penetration testing dapat digunakan untuk merancang strategi menghadapi ancaman cyber di era digital. 

Jadi jangan biarkan perusahaan terkena serangan cyber terlebih dahulu untuk melakukan penetration testing! Hubungi tim Widya Security untuk mendapatkan informasi penetration testing yang tepat untuk perusahaan Anda di sini!

Re-Testing, Bagian Penting dalam Penetration Testing

re-testing

Ketika perusahaan memutuskan untuk melakukan penetration testing, pentester pasti akan melakukan proses re-testing setelah mempresentasikan temuan kerentanan sistem kepada perusahaan. Re-testing adalah proses verifikasi lanjutan setelah penetration testing dilaporkan oleh pentester. Pada tahap ini, pentester memastikan perusahaan dapat menerima residual risk, atau risiko serangan cyber yang mungkin terjadi meski sudah dilakukan penetration testing. 

Apa Itu Re-Testing?

Re testing berasal dari kata ‘re’ dan ‘testing’ yang secara sederhana merupakan proses ‘verifikasi’ oleh pentester setelah mengukur atau memperbaiki kerentanan sistem jaringan pada saat pentest. 

Tahap re-testing biasanya dilakukan setelah remediasi, atau tahap perbaikan setelah pentester menemukan ‘vulnerability’ atau celah keamanan pada sistem jaringan perusahaan. 

Mengapa Perlu  Re-Testing?

Selain menguji efektivitas pentest, berikut adalah beberapa alasan mengapa re-testing perlu dilakukan:

Memastikan Keberhasilan Pentest

Re-testing adalah tahap lanjutan yang memungkinkan perusahaan untuk memastikan bahwa langkah-langkah sebelumnya telah berhasil mengatasi kerentanan sistem. Ini membantu memastikan bahwa perbaikan yang dilakukan benar-benar efektif dalam menangani masalah serangan cyber. 

Mencegah Residual Risk

Re-testing juga membantu dalam mengidentifikasi residual risk, yaitu risiko serangan cyber yang masih ada meski penetration testing sudah dilakukan. Dengan memahami residual risk, perusahaan dapat memiliki pandangan tentang strategi keamanan cyber selanjutnya. 

Meningkatkan Keamanan

Dengan melakukan re-testing, perusahaan dapat mengupgrade sistem keamanan dari serangan siber. 

Re-testing adalah tahapan penting dari proses pentest yang tidak boleh terlewat. Re testing sangat membantu perusahaan memastikan efektivitas pentest. 

Dengan demikian, perusahaan dapat memastikan keamanan sistem jaringan mereka terhadap klien. Tahap re-testing juga dilakukan oleh Widya Security setelah reporting temuan selama pentest berjalan. Ini untuk memberi kepastian bagaimana sistem perusahaan dapat dikatakan ‘aman’ dari serangan cyber. 

Nah, untuk mendapatkan layanan profesional terkait penetration testing jangan lupa untuk hubungi Tim Widya Security. 

Berapa Lama Penetration Testing?

durasi pentest

Penetration testing, pentest adalah tahap evaluasi sistem keamanan jaringan keamanan atau aplikasi website perusahaan. Selain memenuhi kepatuhan hukum ISO 27001, perusahaan melakukan tahap penetration testing untuk mencegah sistem dari serangan cyber. 

Durasi pengerjaan sangat beragam mulai dari 3-10 hari, termasuk waktu persiapan, pelaksanaan, dan pelaporan tergantung tingkat kesulitan sistem keamanan perusahaan. Biasanya pihak yang menguji penetrasi menilai terlebih dahulu spesifikasi tentang sistem yang akan dites. 

Tahapan Penetration Testing

Berikut adalah tahapan penetration testing

  1. Perencanaan (planning)
  2. Pengumpulan informasi (information gathering)
  3. Analisa Kelemahan (Vulnerability Assessment)
  4. Pemilihan target (target selection) 
  5. Eksploitasi (exploitation) 
  6. Pemeliharaan Akses (Maintaining Access) 
  7. Penghapusan Jejak (Covering Tracks)
  8. Analisis Hasil (Reporting) 

Faktor yang Mempengaruhi Durasi Pentest

Durasi pentest dapat bervariasi tergantung pada beberapa faktor:

Lingkup Pentest

Durasi pengerjaan penetration bergantung pada lingkup penetration testing yang seperti jumlah dan jenis sistem infrastruktur TI yang akan dites. Semakin banyak sistem yang perlu dites, semakin lama waktu yang dibutuhkan.

Kompleksitas Sistem

Sistem yang kompleks memerlukan waktu lebih lama untuk dites karena ada lebih banyak komponen yang perlu diperiksa.

Tingkat Kerentanan Sistem

Sistem dengan tingkat keamanan yang tinggi biasanya memerlukan waktu lebih lama untuk dites karena memerlukan upaya lebih besar untuk menemukan dan mengeksploitasi celah keamanan.

Manfaat Penetration Testing

Penetration testing memiliki manfaat untuk mengidentifikasi celah keamanan sebelum terkena serangan cyber. Melalui penetration test, perusahaan dapat mengambil tindakan pencegahan sebelum terjadi kerugian. 

Meskipun durasi pengerjaan pentest tergantung tingkat kerumitan dan kerentanan sistem, penting untuk diingat bahwa tahap ini adalah investasi dalam mencegah kerugian perusahaan akibat serangan cyber. Hubungi Tim Widya untuk informasi Pentest lebih lengkap di sini

Etika Pentest: Menyeimbangkan Keamanan dan Privasi

etika pentest

Apa artinya melakukan pentest yang beretika? Di dalam dunia keamanan siber pentest sebagai strategi pencarian celah keamanan dalam sebuah sistem harus mengikuti etika-etika yang ada, etika yang disetujui bersama baik oleh penguji dan organisasi. Ethical hacking sendiri didefinisikan sebagai proses hacking yang dilakukan untuk mengeksploitasi kerentanan dengan tujuan meningkatkan keamanan sistem secara legal artinya, memiliki persetujuan atau izin, dilakukan secara profesional dan aman, menghormati privasi dan properti. 

Salah satu tantangan yang dihadapi penguji atau ethical hacker yaitu bagaimana menyeimbangkan antara keamanan dan privasi, melakukan uji keamanan yang agresif tanpa melanggar batasan-batasan privasi atau lingkup data sensitif yang tidak boleh diuji. Berikut beberapa pertimbangan yang bisa dilakukan untuk menyeimbangkan antara keamanan dan privasi dalam proses pentest keamanan siber.  

Pedoman etika

Memiliki dokumentasi yang jelas dalam bentuk ethical guidelines atau pedoman etika memungkinkan penyesuaian antara pengujian keamanan dan batasan-batasan yang tidak dan boleh dieksekusi. Intinya, pedoman etika bertindak sebagai prinsip panduan, memastikan bahwa pengujian penetrasi tetap selaras dengan tujuan yang dimaksudkan untuk memperkuat keamanan tanpa menimbulkan kerugian. Seorang profesional yang melanggar batas etika tidak hanya mempertaruhkan integritas proses pengujian tetapi juga mengurangi kepercayaan yang dimiliki organisasi dan individu terhadap pentest.

Dengan mengikuti prinsip etika, penguji dapat secara efektif memenuhi peran mereka dalam mengidentifikasi dan mitigasi kerentanan keamanan sekaligus meminimalkan risiko dan meningkatkan kepercayaan di antara para pemangku kepentingan.

Menumbuhkan Kepercayaan dengan Stakeholder

Dalam domain digital, kepercayaan berfungsi sebagai mata uang utama. Penguji tidak hanya bertugas mengidentifikasi kerentanan dengan baik, tetapi juga menumbuhkan kepercayaan di antara para pemangku kepentingan. Inti dari upaya ini adalah strategi komunikasi yang memprioritaskan transparansi selama proses pengujian. Berkolaborasi erat dengan tim hukum dan kepatuhan untuk semakin memperkuat kepercayaan.

Membangun landasan kepercayaan memastikan bahwa hasil pengujian penetrasi tidak dianggap sebagai ancaman yang akan terjadi, namun sebagai peluang yang sangat berharga untuk memperkuat infrastruktur digital.

Norma Etika yang Berkembang

Sejalan dengan kemajuan teknologi, standar etika harus terus berkembang. Lanskap yang dinamis di dalam dunia digital memerlukan evaluasi ulang secara terus-menerus terhadap pedoman etika. Mengikuti perkembangan teknologi mutakhir, tren industri, dan praktik terbaik yang terus berkembang adalah hal yang sangat penting. 

Pengembangan dan sertifikasi profesional yang berkelanjutan sangat diperlukan bagi ethical hacker untuk tetap menjadi garda depan dalam perilaku etis. Komitmen berkelanjutan ini memungkinkan mereka beradaptasi dengan cepat terhadap ancaman yang muncul dan lanskap teknologi yang berkembang pesat, memastikan integritas praktik etika mereka tetap terjaga tanpa kompromi. Widya Security yang berlokasi di Jogja, hadir sebagai penyedia layanan untuk meningkatkan keamanan sistem. Salah satu pentest yang disediakan Widya Security yaitu Vulnerability Assessment dan Penetration Testing. Melalui pengujian tersebut akan membantu meningkatkan keamanan jaringan baik aplikasi mobile, website, server, dan jaringan.

5 Tipe Penetration Testing, Kenali Sekarang!

tipe penetration testing

Pentest atau penetrasi testing merupakan upaya yang dilakukan oleh hacker atau keamanan siber profesional untuk mencari kelemahan yang ada pada suatu sistem aplikasi, dengan melakukan peretasan secara legal dan melaporkan ancaman atau kelemahan yang ditemukan sehingga bisa dilakukan upaya-upaya perbaikan. 

Pentest sendiri dibagi menjadi berbagai tipe atau kategori berdasarkan tujuan objektif, skala lingkup, dan metodologi yang dipakai. Berikut lima tipe penetration testing yang perlu kamu ketahui!

Network Penetration Testing

Pentest Jaringan atau network pentest merupakan metode pengujian keamanan pada sebuah sistem jaringan. Dimana pentest dilakukan untuk mencari kelemahan dan celah yang ada pada suatu jaringan sistem komputer, sehingga organisasi dapat meningkatkan keamanan jaringan sesuai dengan ancaman-ancaman yang telah ditemukan dan dilaporkan. 

Network pentest atau biasa disebut uji pena dibagi ke dalam tiga metode, yang pertama yakni white box dimana penguji mengetahui informasi menyeluruh tentang jaringan sebelum melakukan penetrasi, kedua ada black box dimana penguji masuk atau melakukan serangan secara buta atau tanpa tahu mengenai informasi jaringan, ketiga ada grey box dimana informasi internal yang didapatkan penguji hanya terbatas atau tidak menyeluruh.

Alat uji yang biasa digunakan dalam pentest jaringan seperti, network scanning tools, vulnerability scanners, and network exploitation frameworks.

Web Application Penetration Testing

Web App pentest dilakukan untuk mencari celah dari sistem berbasis website yang bisa diakses melalui internet, pentest web app bertujuan untuk mengidentifikasi akses-akses palsu atau jahat yang bertujuan untuk mencuri data atau melakukan aktivitas yang tidak teridentifikasi.

Serangan-serangan yang biasa ditemui atau diantisipasi dalam pentest web app seperti, SQL injection, cross site scripting (XSS), DDos attack,dsb. Alat uji yang biasa digunakan dalam pentest web app seperti, web application scanners, proxy tools, dan teknik testing manual lainnya.

Wireless Penetration Testing

Tidak seperti pentest lainnya, wireless pentest dilakukan untuk mencegah serangan atau celah yang berfokus pada layanan wireless yang tersedia bagi siapa saja yang berada di sekitar area jaringan. Penguji pentest mencoba mengeksploitasi kerentanan dalam protokol dan konfigurasi jaringan wireless untuk mendapatkan akses tidak sah ke dalam jaringan.

Alat uji yang sering digunakan dalam wireless pentest seperti, wireless network analyzers, packet sniffers, and wireless exploitation frameworks.

Physical Facilities Penetration Testing

Pentest fasilitas fisik atau upaya serangan terhadap infrastruktur keamanan secara fisik artinya berkaitan dengan lokasi fisik server, tempat penyimpanan data, kantor, dsb. Serangan ini biasa dilakukan dengan cara seperti pecurian kunci kantor, tailgating atau memasuki wilayah private tanpa izin resmi, dan melewati kontrol keamanan atau security secara paksa.

Physical pentest dilakukan untuk mengevaluasi keamanan di dalam sebuah struktur organisasi secara langsung dengan melakukan peningkatan keamanan seperti karyawan security/satpam kantor, kartu akses khusus bagi karyawan, dan protokol-protokol keamanan lainnya yang bisa dilakukan di area kantor. 

Social Engineering Penetration Testing

Social engineering pentest berkaitan dengan infrastruktur keamanan baik secara fisik atau langsung ataupun online,, dimana seorang penguji akan melakukan social engineering seperti impersonasi karyawan menggunakan kartu identitas atau impersonasi online dimana social engineering berupa phishing atau baiting yang menargetkan akses online penting karyawan di dalam organisasi. 

Upaya social engineering bisa dilakukan dengan meningkatkan proses autentifikasi baik secara langsung maupun online dengan melakukan prosedur yang sesuai dan aman, melakukan peningkatan awareness kepada setiap anggota organisasi terkait social engineering dan measure yang bisa dilakukan dalam mencegahnya.

Kelima contoh kategori pentest di atas hanyalah sebagian contoh tipe pentest, dan terdapat juga tipe-tipe  pentest lainnya, seperti pengujian penetrasi aplikasi seluler, pengujian keamanan cloud, dan pengujian penetrasi IoT (Internet of Things), yang masing-masing disesuaikan dengan lingkup, lingkungan dan teknologi tertentu. Menarik bukan informasi mengenai tipe-tipe penetration testing. Jika Anda tertarik mengenai layanan mengenai pentesting mari kunjungi laman resmi Widya Security di sini.

Pentest Untuk Perusahaan Teknologi: 10 Pertimbangan Penting

pentest untuk perusahaan teknologi

Pentest atau penetration testing merupakan langkah kritis yang diambil untuk  menguji dan memastikan bahwa aplikasi yang sedang dikembangkan bebas dari celah yang bisa dimanfaatkan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Pengujian sistem atau infrastruktur yang bertujuan menguji seberapa baik keamanan yang diterapkan pada sistem atau infrastruktur tersebut.

Perusahaan teknologi yang berurusan dengan IT memiliki data-data penting yang rentan akan kebobolan dan pencurian, maka dari itu  diwajibkan untuk melakukan pentest  menurut Peraturan Bank Indonesia (PBI) atau Otoritas Jasa Keuangan (OJK) beberapa perusahaan di Indonesia diharuskan untuk diuji segi keamanan IT-nya  minimal satu tahun dua kali atau minimal enam bulan sekali testing.  

Jika Anda masih ragu untuk mengimplementasikan penetration testing pada manajemen keamanan siber perusahaan teknologi berikut 10 alasan mengapa pentest penting untuk perusahaan teknologi. Mari kita simak!

Hemat Biaya

Meskipun biaya awal pentesting mungkin terlihat sebagai investasi, hal ini dapat menghasilkan penghematan biaya jangka panjang. Mengidentifikasi dan memperbaiki kerentanan sebelum dieksploitasi lebih hemat biaya daripada mengatasi dampak setelah terjadinya pelanggaran keamanan.

Menurut sebuah studi yang dilakukan oleh IBM, biaya kerugian bisnis yang dialami setelah serangan cyber rata-rata mencapai $1,42 juta dolar per insiden. Ini tidak termasuk sumber daya yang dihabiskan untuk melakukan pemulihan dari serangan cyber, yang rata-rata mencapai $13 juta pada tahun 2018.

Mengidentifikasi Kerentanan

Pentesting membantu mengungkapkan kerentanan dalam perangkat lunak, aplikasi, jaringan, dan sistem perusahaan. Dengan mensimulasikan serangan dunia nyata, pentester dapat menemukan kelemahan yang dapat dimanfaatkan oleh hacker jahat.

Melindungi Reputasi

Serangan siber tidak hanya berdampak pada keamanan data dan kerugian bisnis, serangan siber akan juga berdampak pada reputasi perusahaan Anda. Perusahaan yang tidak mampu mengatasi atau mencegah serangan siber akan mengurangi kepercayaan konsumen terhadap perusahaan dan dapat merusak reputasi perusahaan secara serius. 

Dengan dilakukannya pentesting secara berkala dapat membantu mencegah insiden keamanan yang dapat menyebabkan pelanggaran data atau gangguan layanan, menjaga kepercayaan pelanggan dan mitra perusahaan.

Peningkatan Berkelanjutan

Pentesting yang dilakukan secara reguler memungkinkan perbaikan berkelanjutan terhadap langkah-langkah keamanan. Teknologi yang terus berkembang memunculkan ancaman baru dalam bidang keamanan siber dengan dilakukannya pentest membantu menyesuaikan protokol keamanan untuk mengatasi perubahan lanskap risiko keamanan siber.

Peningkatan secara berkala ini terbilang tidak seberapa dibandingkan dengan manfaatnya yang dapat mencegah risiko-risiko peretasan yang berpotensi menghambat operasional bisnis dan kerugian material bagi perusahaan. 

Meningkatkan Kesadaran Keamanan Siber

Pentesting meningkatkan kesadaran karyawan dan pemangku kepentingan tentang ancaman keamanan siber dan pentingnya mempertahankan lingkungan yang aman. Ini mempromosikan budaya yang sadar keamanan dalam sebuah perusahaan/organisasi.

Jika seluruh struktur di dalam perusahaan sadar terhadap keamanan siber, baik secara teknis seperti tim keamanan siber atau karyawan yang tidak berhubungan dengan sistem keamanan juga mengetahui setidaknya hal dasar terkait keamanan siber, maka hal tersebut akan sangat membantu bagi perusahaan.

Memperkuat Pertahanan

Dengan mensimulasikan skenario serangan dunia nyata, pentest membantu memperkuat mekanisme pertahanan perusahaan. Ini dapat memberikan wawasan tentang seberapa baik sistem dapat menahan berbagai jenis ancaman siber.

Baik ancaman yang pernah diatasi sebelumnya maupun ancaman baru atau ancaman yang belum terdeteksi pada sistem keamanan perusahaan. Hal ini membantu meningkatkan keterampilan atau skill dalam ancaman-ancaman serangan siber yang baru.

Perlindungan Data Pelanggan

Perusahaan teknologi seringkali menangani data pelanggan yang bersifat sensitif, keamanan data menjadi prioritas penting bagi bisnis terutama bidang teknologi dan merupakan ancaman yang paling sering menjadi kecemasan perusahaan teknologi, contohnya kebocoran data yang terjadi pada Facebook di tahun 2018, sebanyak 87 juta informasi data pribadi pengguna jejaring sosial ini secara ilegal digunakan untuk menargetkan para pemilih dalam pemilu di Amerika.

Contoh kasus tersebut menyoroti pentingnya keamanan data bagi perusahaan teknologi dan dampak serius yang dapat terjadi jika keamanan data tidak dijaga dengan baik. Kebocoran data dapat mengakibatkan kerugian finansial, kehilangan reputasi, dan potensi konsekuensi hukum bagi perusahaan yang terkena dampaknya. Oleh karena itu, melindungi data pelanggan dan keamanan informasi harus menjadi prioritas utama bagi perusahaan teknologi. 

Persyaratan Kepatuhan

Banyak industri memiliki standar kepatuhan dan regulasi tertentu yang mewajibkan penilaian keamanan secara berkala. Pentesting memastikan bahwa perusahaan teknologi tetap mematuhi standar industri dan regulasi tersebut. 

Di Indonesia sendiri regulasi pentest ada pada PBI (Peraturan Bank Indonesia) no. 9/15/PBI/2017 tentang “Penerapan Risiko dalam Penggunaan Teknologi Informasi oleh Bank Umum” yang berisi “Pengujian Penetrasi (Penetration Testing) terhadap jaringan internal dan eksternal secara berkala sekurang-kurangnya 1 tahun sekali.” dan juga SE OJK Nomor 21/SEOJK.03/2017.

Mitigasi Risiko

Mitigasi risiko penting dilakukan untuk membantu perusahaan mengidentifikasi risiko jauh sebelum risiko itu terjadi. Hal ini memberikan perusahaan waktu yang cukup untuk merencanakan munculnya ancaman serangan siber. Perusahaan dapat sepenuhnya mencegah suatu risiko serangan sebelum serangan itu terjadi selama mereka mengidentifikasi ancaman serangan tersebut terlebih dahulu.

Mengidentifikasi dan menangani kerentanan melalui uji penetrasi mengurangi risiko keamanan. Pendekatan mitigasi risiko yang proaktif ini membantu mencegah potensi eksploitasi oleh penjahat dunia maya.

Validasi Keamanan

Pentesting memvalidasi efektivitas langkah-langkah keamanan yang suda ada. Ini memastikan bahwa kontrol keamanan, seperti firewall, sistem deteksi intrusi, dan kontrol akses, berfungsi seperti yang diinginkan.

Keamanan cyber kini menjadi hal yang penting bagi banyak bisnis di tengah masyarakat digital yang terus berkembang termasuk bagi perusahaan teknologi.Dengan bantuan uji penetrasi, Anda dapat mengidentifikasi sejauh mana keamanan dan kerentanan pada aplikasi terhadap serangan, memberi tahu para pemangku kepentingan seperti manajemen perusahaan untuk dapat mengalokasikan sumber daya dengan tepat, dan mencegah kerugian di masa depan. 
Kami di Widya Security memberikan penawaran jasa pentest yang sudah terjamin bagi perusahaan teknologi.

Strategi Keamanan Siber Perusahaan di 2024 dengan Training

training cyber security

Investasi keamanan siber telah menjadi tugas utama bagi dunia bisnis di seluruh dunia. Kejahatan dunia maya meningkat, dengan 91% organisasi melaporkan setidaknya satu insiden dunia maya dalam satu tahun terakhir. Jumlah mereka tidak hanya bertambah, namun mereka juga menjadi lebih canggih dan beragam, dengan ancaman-ancaman baru yang terus bermunculan. Survei Deloitte Global Future of Cyber ​​pada tahun 2023, dalam kondisi ini, para pemimpin bisnis mengubah cara mereka berpikir tentang dunia maya, dan hal ini muncul sebagai diskusi strategis yang lebih besar terkait dengan kesuksesan jangka panjang suatu organisasi.

Saat ini, pemimpin bisnis harus mempertimbangkan cara memanfaatkan dunia maya di setiap bagian bisnis mereka—mulai dari operasional hingga karyawan dan konsumen. Dengan menciptakan strategi bisnis yang menanamkan cyber, meningkatkan pelatihan karyawan, dan membangun cyber ke dalam inisiatif transformasi digital. Sehingga bisnis dapat tetap menjadi yang terdepan dan melindungi organisasi mereka dengan lebih baik. Berikut beberapa cara pemimpin yang mampu untuk mendorong pertumbuhan jangka panjang bagi perusahaan mereka.

Melindungi kepercayaan melalui perencanaan yang efektif

Dunia maya lebih dari sekadar melindungi informasi—manajemen risiko, perencanaan respons insiden, dan intelijen ancaman sering kali berkorelasi langsung dengan peningkatan kepercayaan dalam dunia usaha. Banyak organisasi menyadari pentingnya memprioritaskan keamanan siber dan telah melaporkan peningkatan signifikan dalam hal kepercayaan dan efisiensi melalui upaya mereka. Dalam Survei Masa Depan Siber terbaru Deloitte Global, hampir 70% bisnis yang diidentifikasi sebagai organisasi yang sangat matang dalam hal siber percaya bahwa keamanan siber telah berdampak positif terhadap reputasi dan produktivitas organisasi mereka. Mulai dari perencanaan siber yang kuat di seluruh bisnis dan keterlibatan tingkat dewan yang efektif—para pelaku siber yang berkinerja tinggi menyadari pentingnya tanggung jawab dan keterlibatan siber di seluruh organisasi.

Selain melihat ke seluruh organisasi, strategi perencanaan siber juga harus ditinjau dan diperbarui secara berkala untuk melindungi kepercayaan terhadap organisasi. Misalnya, menggunakan alat kuantifikasi risiko, menganalisis dan memperbarui rencana siber secara berkala, dan secara teratur melakukan perencanaan skenario respons insiden dapat mendukung bisnis dalam memperoleh laba atas investasi siber, mengelola eksposur risiko mereka, dan pada gilirannya melindungi reputasi organisasi mereka.

Karyawan sebagai pertahanan pertama

Selain perencanaan rutin, pelatihan keamanan siber juga penting bagi karyawan untuk memastikan keselamatan dan keamanan bisnis. Karyawan sering kali menjadi garis pertahanan pertama terhadap serangan siber dan sering kali menjadi mata rantai terlemah dalam postur keamanan suatu organisasi. Pelatihan keamanan siber dapat membantu karyawan mengenali dan menghindari ancaman siber yang umum, seperti serangan phishing, malware, dan rekayasa sosial. Dengan meningkatnya ketergantungan digital dari tahun ke tahun, pelatihan karyawan yang efektif dapat meningkatkan kesadaran, mengurangi risiko, meningkatkan tingkat keamanan, dan mendukung kepatuhan.

Strategi transformasi digital

Tidak diragukan lagi, dunia maya harus menjadi bagian dari strategi transformasi digital. Teknologi yang sedang berkembang mendorong dunia usaha untuk menciptakan efisiensi yang lebih baik, menyederhanakan proses manual yang sudah ketinggalan zaman, dan menghemat uang, menurut survei Deloitte Global Future of Cyber ​​tahun 2023. Namun dengan adanya teknologi baru, terdapat beberapa risiko. Ketika mempertimbangkan strategi transformasi digital dan penerapan teknologi baru—para pemimpin bisnis harus mempertimbangkan program siber dan memasukkan pertimbangan siber ke dalam inisiatif transformasi mereka.

Selain itu, kecerdasan buatan (AI) terus meningkat pesat pada tahun 2023. AI dapat memungkinkan bisnis memprediksi perilaku pelanggan dan mengotomatiskan proses yang biasanya dilakukan secara manual. Seperti yang ditunjukkan dalam Survei Masa Depan Dunia Siber Global 2023, teknologi yang digunakan di sebagian besar industri menjadi sangat diperlukan bagi pemilik bisnis dengan cara yang belum pernah terlihat sebelumnya. Dengan kecepatan pembuatan data yang lebih cepat, organisasi dapat membuat keputusan bisnis lebih cepat dan akurat, sehingga pada akhirnya meningkatkan profitabilitas

Dengan ancaman siber yang lebih canggih dan lebih luas dibandingkan sebelumnya, pemimpin perusahaan harus mengambil pendekatan proaktif dengan mengintegrasikan siber ke dalam setiap aspek operasi mereka. Widya Security mampu bekerja sama dengan perusahaan Anda dengan berinvestasi pada dunia maya sebagai pendorong kepercayaan, memberikan pelatihan dunia maya yang komprehensif kepada karyawan, dan memasukkan dunia maya ke dalam strategi transformasi digital, perusahaan dapat tetap menjadi yang terdepan dan memitigasi risiko yang terkait dengan ancaman dunia maya sekaligus meningkatkan pengalaman pelanggan secara keseluruhan dan mendorong pertumbuhan bisnis.

Amankan Data Pribadi Anda di Tahun 2024 Bersama Widya Security

keamanan data pribadi

Data perusahaan sangat menjadi resiko permasalahan yang tinggi dari tahun ke tahun, untuk menjaga keamanan data diperlukan kemampuan tentang cara mengamankan data-data pribadi Anda. Semakin  maju teknologi, semakin mendorong perkembangan perangkat yang Anda miliki dan hal tersebut juga tidak memungkiri bahwa peretas mampu lebih mahir dalam menyerang data pribadi pada perangkat Anda tersebut. 

Kami telah menganalisis tahapan yang perlu anda lakukan sebelum data pribadi perusahaan Anda terancam, seperti dibawah ini.

  1. Pembaruan Perangkat Lunak
  2. Pelatihan dan Kesadaran Pengguna
  3. Keamanan Jaringan dan Keamanan Titik Akhir
  4. Rencana Incident Respons
  5. Pembelajaran Mesin untuk Deteksi Ancaman
  6. Kolaborasi dengan Pakar Keamanan

Dari beberapa analisis kami, Widya Security mampu membantu Anda dalam mengamankan data pribadi dengan layanan yang kami punya. Berikut tautan yang mengarah pada layanan kami.

  1. Penetration Testing
  2. Konsultasi ISO 27001
  3. Cyber Security Training  

Apa saja yang kami uji?

  1. Aplikasi seluler (Androird & IOS) untuk menguji kerentanan sistem perusahaan Anda.
  2. Server untuk menilai keamanan yang mencakup kerentanan pengujian, konfigurasi, dan arsitektur keamanan server.
  3. Jaringan, berupa pengujian terhadap sistem untuk membantu mengidentifikasi kerentanan apa pun pada jaringan Wi-Fi yang berpotensi dieksploitasi.
  4. Situs Web, mendapatkan akses ke data sensitif pada web yang dikembangkan untuk  mengidentifikasi kerentanan pada database, source code, dan juga jaringan back-end.

Mengamankan data pada tahun 2024 memerlukan penerapan kombinasi langkah-langkah keamanan siber yang kuat untuk melindungi dari berbagai ancaman. Perlu diingat bahwa ancaman terus berkembang sehingga sangat penting untuk selalu mengetahui informasi tentang praktik keamanan terbaru. 

Ditulis Oleh : Afrilia Rizki Bening A.