Simak Strategi Membangun Red Team yang Sukses!

Keamanan cyber telah menjadi prioritas utama yang perlu diperhatikan oleh perusahaan. Menyoroti hal tersebut, menyadarkan kita akan pentingnya uji keamanan dan mengidentifikasi kerentanan dalam sistem perusahaan. Saat ini sudah banyak perusahaan yang membentuk Red Team untuk membantu perusahaan dalam menghadapi ancaman cyber. Red Team adalah tim keamanan cyber yang bertanggung jawab untuk melakukan simulasi serangan terhadap sistem dan mengevaluasi kelemahan sistem mereka. Namun, membangun tim Red Team yang sukses bukanlah tugas yang mudah. Pada artikel kali ini, kita akan mengupas lebih dalam mengenai prospek kerja dan strategi membangun Red Team yang tepat.

 

Prospek Kerja Red Team dalam Bidang Cyber Security

Melihat meningkatnya kebutuhan akan keamanan cyber, prospek karir dalam tim Red Team semakin cerah dan menjanjikan. Berikut merupakan prospek kerja Red Team yang cocok untuk Anda coba:

Ahli Keamanan Jaringan (Network Security Specialist)

Ahli keamanan jaringan memiliki tanggung jawab untuk menjaga keamanan jaringan perusahaan. Mereka akan mengidentifikasi kerentanan atau celah dalam jaringan yang memungkinkan untuk dieksploitasi oleh penyerang. Kemudian ahli keamanan jaringan juga bertugas untuk membuat kebijakan mengenai keamanan jaringan pada perusahaan secara penuh.

Analisis Risiko (Risk Analyst)

Seorang analis risiko memiliki tanggung jawab untuk mengidentifikasi, dan mengelola risiko keamanan cyber dalam perusahaan. Mereka akan membantu perusahaan untuk memprioritaskan tindakan atau strategi yang diperlukan untuk mengurangi risiko dari ancaman serangan cyber.

Instruktur Keamanan Cyber (Cybersecurity Trainer)

Instruktur keamanan cyber memiliki tugas memberikan pelatihan keamanan cyber kepada tim keamanan perusahaan. Mereka akan mengajarkan praktik-praktik keamanan yang tepat dan teknik uji penetrasi kepada tim keamanan perusahaan agar dapat mengatasi ancaman cyber.

Spesialis Uji Penetrasi (Penetration Tester)

Spesialis penetration testing bertanggung jawab untuk mengeksploitasi kerentanan dalam sistem dan jaringan. Hal ini dilakukan untuk mengidentifikasi dan melaporkan kelemahan keamanan sistem kepada perusahaan. Mereka akan bekerja sama dengan perusahaan untuk meminimalisir serangan cyber pada sistem dan jaringan perusahaan.

 

Strategi Efektif Dalam Membangun Red Team

Dalam membangun Red Team yang efektif memerlukan perencanaan dan strategi yang matang. Berikut adalah beberapa strategi tepat yang dapat membantu dalam membentuk Red Team yang sukses:

Menentukan Tujuan yang Tepat

Menentukan tujuan dalam membangun Red Team menjadi prioritas utama. Tanpa tujuan yang jelas, maka tim akan sulit untuk menentukan arah kinerja. Dengan menentukan tujuan yang jelas, anggota Red Team dapat fokus pada tugas masing – masing yang sudah ditentukan.

Pemilihan Anggota Tim yang Tepat

Dalam membentuk Red Team yang sukses, perusahaan perlu memperhatikan sumber daya manusia. Perusahaan perlu melakukan seleksi anggota, anggota Red Team harus memiliki keterampilan, pengetahuan, dan pengalaman yang sesuai dengan tugas mereka terutama di bidang keamanan cyber. Perusahaan dapat ,memberikan cyber security training kepada tim keamanan untuk  meningkatkan keterampilan tim.

Penggunaan Alat Uji yang Tepat

Pemilihan alat uji keamanan juga menjadi salah satu prioritas, karena dengan menggunakan alat uji yang tepat maka akan mendorong kesuksesan dalam pengujian sistem. Alat-alat ini akan membantu Red Team dalam mengidentifikasi dan menguji kerentanan dengan lebih efektif dan efisien.

Rutin Melakukan Evaluasi Tim

Tim Red Team harus melakukan evaluasi secara rutin untuk memastikan bahwa kinerja tim tersebut sudah sesuai dengan ketentuan. Dengan melakukan evaluasi, tim dapat membantu dalam mengidentifikasi kelemahan dalam strategi atau proses, dan melakukan perbaikan jika diperlukan.

 

Melihat urgensi keamanan cyber yang semakin kompleks, Widya Security hadir untuk memberikan layanan Vulnerability Assessment and Penetration Testing (VAPT). Tak hanya itu, Widya Security membuka Red Team Training yang dapat membantu melatih perusahaan Anda untuk menjadi profesional keamanan cyber. Kunjungi widyasecurity.com untuk informasi lebih lanjut mengenai layanan Widya Security.

Penetration Testing, Solusi Keamanan di Lingkungan Internet of Things (IoT)

Penetration Testing, Solusi Keamanan di Lingkungan Internet of Things (IoT)

Internet of Things (IoT) telah mengubah pandangan kita dalam teknologi. Internet of Things (IoT) memungkinkan perangkat, kendaraan, dan bahkan rumah untuk terhubung ke internet karena manfaatnya sangat luar biasa. Namun dilain sisi, IoT juga membawa tantangan baru dalam hal keamanan cyber. Inilah mengapa uji penetrasi, atau penetration testing, menjadi semakin penting dalam lingkungan Internet of Things.

Internet of Things (IoT) merupakan konsep suatu objek yang ditanam teknologi canggih seperti sensor. Sensor pada Internet of Things dapat digunakan untuk berkomunikasi, mengendalikan, menghubungkan dan pengambilan keputusan selama sistem masih terhubung dengan internet.

Internet of Things (IoT) memberikan banyak kemudahan bagi berbagai sektor di Indonesia, contohnya sektor keamanan. Internet of Things (IoT) dapat digunakan dalam pemberlakuan tilang elektronik untuk membantu pencegahan pelanggaran lalu lintas. Dengan adanya sistem Internet of Things, Polisi tidak perlu turun ke jalan untuk memberhentikan pengendara yang melanggar lalu lintas. Pihak keamanan atau aparat hukum dapat terbantu dalam proses penertiban keamanan lalu lintas, karena Internet of Things dapat mendeteksi nomor plat kendaraan secara real time.

Cara kerja E-tilang dengan bantuan Internet of Things menggunakan kamera CCTV yang dipasang di lampu merah. E-tilang juga juga dapat menggunakan mobil yang berkeliling di jalanan yang dapat disebut dengan INCAR (Integrated Capture Attitude Record). Biasanya di atas mobil dipasang kamera untuk mendeteksi adanya pelanggaran. Setelah pengendara tertangkap kamera pada mobil INCAR, hasil tangkapan pada mobil INCAR ini akan di validasi dan verifikasi pemiliknya melalui pencocokan data pada plat nomor yang sudah tercatat di database. Dari database tersebut, surat konfirmasi alamat pemilik kendaraan dibuat. Kemudian, surat tersebut akan dikirimkan ke alamat pemilik melalui kantor pos.

Optimalisasi Penetration Testing untuk Keamanan IoT, Bagaimana Caranya?

Meskipun IoT memberikan banyak manfaat dalam hal efisiensi, dan efektivitas kinerja operasional perusahaan, namun IoT juga membawa risiko keamanan yang perlu diperhatikan. Oleh karena itu, pentest menjadi langkah penting untuk melindungi sistem dan data dalam perangkat IoT. Berikut adalah beberapa alasan mengapa IoT perlu melakukan pentest :

Identifikasi Kerentanan Sistem

Pentest dapat membantu mengidentifikasi kerentanan sistem keamanan yang ada dalam perangkat Internet of Things. Identifikasi kerentanan ini penting untuk memahami risiko keamanan sistem dan meminimalisir adanya serangan cyber.

Melindungi Data Pengguna

Sistem pada Internet of Things bertugas untuk mengumpulkan dan mengirimkan data pengguna. Jika sistem pada IoT tidak aman, data pengguna dapat dicuri atau disalah-gunakan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Pentest dapat membantu perusahaan dalam memastikan bahwa data pengguna akan terlindungi dengan baik.

Mengukur Kinerja Keamanan

Pentest dapat membantu mengukur kinerja sistem IoT tahan terhadap serangan. Hal ini membantu perusahaan dalam memahami efektivitas perlindungan keamanan yang telah diimplementasikan dan mengidentifikasi sistem yang memerlukan perbaikan.

Mencegah Serangan Cyber

Pentest dapat mencegah serangan cyber baik dari internal maupun eksternal perusahaan. Mencegah serangan cyber merupakan upaya yang berkelanjutan dan memerlukan perencanaan, kesadaran, dan tindakan proaktif agar sistem dapat terlindungi dari ancaman serangan cyber.

Dalam era Internet of Things yang semakin berkembang, pentest menjadi suatu langkah yang tepat untuk menjaga keamanan sistem dan data dalam perusahaan yang saling terhubung. Peran Internet of Things semakin penting dalam kehidupan sehari-hari, sehingga keamanan tidak bisa diabaikan. Oleh karena itu, pentest menjadi salah satu alat yang efektif untuk melindungi sistem Internet of Things.

 

Melihat urgensi tersebut, Widya Security hadir untuk memberikan layanan Vulnerability Assessment and Penetration Testing (VAPT) yang dapat membantu perusahaan dalam memenuhi persyaratan sertifikasi ISO 27001. Tak hanya itu, Widya Security memiliki staf ahli di bidang cyber security, serta laboratorium yang memadai untuk melakukan pengujian sistem. Kunjungi widyasecurity.com untuk informasi lebih lanjut mengenai layanan Widya Security.

Strategi Blue Team Mengatasi Serangan Malware Berbahaya

Strategi Blue Team Mengatasi Serangan Malware Berbahaya

Dalam era digital yang semakin berkembang mengakibatkan muncul banyak tantangan baru yang perlu diwaspadai. Salah satu serangan cyber yang perlu kita semua waspadai adalah serangan malware yang dapat mengganggu sistem perusahaan. Maka dari itu, melindungi sistem perusahaan dan data adalah prioritas utama perusahaan yang dilakukan oleh tim keamanan atau sering kita kenal sebagai Blue Team. Blue Team memiliki peran penting dalam mengidentifikasi, menghentikan, dan mengatasi serangan malware yang dapat merusak dan mencuri data berharga.

Serangan malware sudah masuk ke Indonesia sejak lama. Menurut Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia Erwin Haryono, Bank Indonesia terkena serangan malware berjenis ransomware conti pada tanggal 21 Januari 2022. Namun, serangan malware di Bank Indonesia sudah ada sejak tahun 2021, dan baru ditindaklanjuti pada tahun 2022. Setelah ditelusuri serangan malware pada Bank Indonesia tidak terlalu besar, serangan malware hanya menyerang 16 komputer personal dan tidak berdampak pada sistem penting di Bank Indonesia pusat.

Artikel ini akan membahas peran dan strategi Blue Team dalam menghadapi serangan malware berbahaya dan menjaga keamanan di era digital yang penuh ancaman cyber.

Pentingnya Peran Blue Team dalam Perusahaan

Salah satu aspek penting dalam strategi keamanan cyber adalah tim keamanan internal yang dikenal sebagai Blue Team. Peran Blue Team dalam perusahaan tidak dapat diabaikan, berikut pentingnya peran Blue Team dalam perusahaan:

Deteksi Dini Serangan Cyber

Blue Team memiliki peran penting dalam mengidentifikasi serangan cyber. Mereka menggunakan alat-alat keamanan untuk menganalisis pergerakan jaringan, serta memantau sistem untuk mengenali aktivitas yang mencurigakan. Dengan kemampuan mendeteksi serangan cyber sejak dini, serangan dapat dicegah sebelum mereka menyerang sistem perusahaan untuk menyebabkan kerugian.

Pemulihan Kerusakan Sistem dengan Cepat

Blue Team terlatih untuk merespons serangan cyber dengan cepat, sehingga kerusakan sistem dapat dipulihkan dengan cepat dan efektif. Setelah terjadi serangan, Blue Team dapat membantu pemulihan data yang hilang atau rusak. Mereka memiliki prosedur pemulihan data yang efektif untuk mengurangi dampak dari serangan tersebut.

Pengujian Keamanan Sistem

Blue Team rutin mengadakan penetration testing dan analisis keamanan internal internal untuk mengidentifikasi celah keamanan sebelum penyerang melakukannya. Hal ini, memungkinkan perusahaan untuk memperbaiki kerentanan sistem sebelum menjadi target eksploitasi penyerang.

Meningkatkan Keamanan Data Perusahaan

Blue Team dapat membantu meningkatkan keamanan data perusahaan dengan menerapkan kontrol keamanan, mendeteksi, menanggapi serangan, dan memulihkan sistem yang terkena serangan cyber. Dengan adanya ini, dapat meningkatkan kepercayaan pelanggan dengan menunjukkan tanggung jawab mereka terhadap keamanan informasi.

 

Taktik Blue Team dalam Mengatasi Serangan Malware

Taktik Blue Team dalam mengatasi serangan malware melibatkan beberapa langkah untuk mendeteksi, merespons, dan menghilangkan ancaman. Berikut adalah beberapa taktik yang biasa digunakan oleh Blue Team:

Tahap Pencegahan

Tahap pencegahan dalam mencegah serangan malware dalam sistem. Pada tahap pencegahan Blue Team dapat melakukan peningkatan kesadaran pengguna mengenai pengetahuan malware. Blue Team juga dapat menerapkan kontrol keamanan berupa antivirus, antimalware, dan kebijakan lainnya untuk membangun pertahanan sistem.

Tahap Deteksi

Pada tahap ini, bertujuan untuk mendeteksi malware yang sudah terlanjur masuk ke dalam sistem. Dalam tahap ini, Blue Team dapat menggunakan perangkat lunak khusus untuk mendeteksi malware. Setelah itu Blue Team dapat melakukan analisis untuk mendeteksi jenis malware dan sistem yang sudah terkena serangan cyber.

Tahap Penyelesaian

Pada tahap ini merupakan tahap terakhir dalam taktik Blue Team. Pada tahap ini Blue Team bertujuan untuk menghapus malware dan memulihkan sistem yang terkena serangan cyber. Blue Team dapat mengambil langkah untuk mencegah serangan malware yang berulang. Langkah-langkah ini dapat berupa menutup celah keamanan, meningkatkan kesadaran pengguna, dan melakukan pelatihan. 

Dalam dunia di mana serangan cyber dapat merusak reputasi dan merugikan suatu  bisnis, Blue Team menjadi garda terdepan yang berperan dalam melindungi perusahaan dari serangan cyber. Blue Team tidak dapat diabaikan, karena mereka membantu perusahaan menjaga data, sistem, dan layanan mereka agar  tetap aman di tengah ancaman cyber yang terus berkembang. 

  1. Menyoroti permasalahan tersebut, Widya hadir dengan layanan Training Blue Team untuk melatih perusahaan Anda untuk menjadi profesional keamanan cyber. Terdapat beberapa pilihan training Blue Team Widya Security antara lain pelatihan Linux Basic, Linux Administration, Secure Coding, Hardening Server, dan Secure Data Management yang dapat dipilih menyesuaikan kebutuhan Anda. Tak hanya itu Training Blue Team Widya Security memiliki beberapa fasilitas menarik seperti tim mentor yang profesional, fleksibilitas dalam pelatihan, kurikulum berbasis praktis, real study case, dan mendapatkan sertifikat pelatihan.  Tak hanya itu, Widya Security juga menyediakan layanan Vulnerability Assessment and Penetration Testing (VAPT). Kunjungi widyasecurity.com untuk informasi lebih lanjut mengenai layanan Widya Security.

Waspada Cyber Attack di Industri Kesehatan dan Pelajari Cara Kerjanya

Waspada Cyber Attack di Industri Kesehatan dan Pelajari Cara Kerjanya

Industri kesehatan mengalami transformasi yang signifikan berkat perkembangan teknologi di era digitalisasi. Namun, pertumbuhan ini ternyata berpotensi memunculkan banyak banyak ancaman baru dalam bentuk serangan cyber yang dapat menyerang industri kesehatan. Ancaman cyber yang menyerang seperti mencuri data pasien yang dapat mengancam privasi medis. Ancaman cyber terhadap industri kesehatan terus meningkat, sehingga perlu untuk meningkatkan keamanan mereka untuk melindungi data pasien dan sistem mereka dari serangan.

Menurut laporan Badan Siber Sandi Negara (BSSN), pada bulan Agustus, Indonesia menduduki peringkat 5 target anomali trafik tertinggi dengan jumlah 49.902.998. Sedangkan untuk darknet exposure untuk sektor kesehatan di Indonesia sebanyak 444 dan untuk instansi berjumlah instansi 45. Dengan adanya ini, BSSN mengimbau kepada pengguna untuk memanajemen akun, restrict file, directory permissions serta melakukan pergantian password kepada setiap pegawai di masing – masing instansi untuk mencegah serangan ancaman cyber.

Dalam artikel ini, kita akan mengeksplor 5 ancaman cyber yang saat ini kerap menyerang industri kesehatan. Berikut beberapa contoh serangan cyber yang terjadi di industri kesehatan.

 

5 Ancaman Cyber dalam Industri Kesehatan

Phising

Serangan phising merupakan salah satu jenis serangan cyber yang dilakukan dengan cara mengelabui korban untuk dipaksa mengungkapkan informasi pribadinya. Biasanya penyerang akan menyamar sebagai perusahaan atau individu yang terpercaya untuk mengelabui korban. Pada industri kesehatan, serangan phising dapat berbentuk pesan dari mitra atau penyedia jasa kesehatan seperti penyedia asuransi. Jika serangan ini berhasil, maka informasi korban akan dicuri dan merujuk pada permintaan tebusan.

Ransomware

Serangan ransomware merupakan ancaman cyber yang melibatkan perangkat lunak yang dirancang untuk mengenkripsi data pada jaringan korban agar saling terhubung. Biasanya jika penyerang sudah dapat mengenkripsi data, korban akan dimintai sejumlah uang agar data korban dapat dikembalikan. Contoh serangan ransomware pada industri kesehatan adalah ketika penyerang dapat mengakses perangkat lunak milik korban untuk mengenkripsi data medis pasien atau sistem komputer rumah sakit. Serangan ransomware ini dapat mengganggu pelayanan medis dan mengancam data data pasien.

Malware

Serangan malware merupakan serangan cyber yang melibatkan penggunaan perangkat lunak yang berbahaya untuk merusak, mencuri atau mengganggu komputer. Jenis malware dapat mencangkup virus, worm, trojan, ransomware dan masih banyak lagi.  Serangan malware pada industri kesehatan adalah ketika penyerang mencuri data pasien dan kemudian penyerang akan meminta tebusan agar data pasien dapat dikembalikan.

Distributed Denial of Service (DdoS)

Distributed denial of service (DdoS) merupakan serangan cyber yang dilakukan dengan cara mengirimkan fake traffic ke suatu sistem atau server secara terus menerus. Di industri kesehatan, serangan distributed denial of service (DdoS) ini dapat menyebabkan downtime sistem yang mengganggu akses ke catatan medis dan pelayanan kesehatan pasien.

Ancaman Cloud

Ancaman cloud merupakan ancaman cyber yang memiliki potensi kerentanan keamanan. Jika aplikasi yang mengelola data medis memiliki celah keamanan, ini dapat dimanfaatkan oleh penyerang untuk mengakses data tersebut. Jika data cloud mengalami kerusakan sistem, perusahaan dapat mengalami kehilangan data sehingga akan mengganggu kinerja perusahaan.

Peran cyber security dalam industri kesehatan menjadi semakin penting. Dengan kerjasama dalam menyiapkan upaya yang tepat untuk perlindungan sistem terhadap ancaman cyber, kita dapat memastikan bahwa pelayanan kesehatan akan tetap berjalan lancar. Tak hanya itu, dengan cyber security yang kuat data pasien tetap terlindungi, dan privasi medis tetap terjaga. Menyoroti hal tersebut, Widya Security hadir dengan solusi keamanan data yang siap melindungi perusahaan Anda dari ancaman cyber. Kunjungi laman widyasecurity.com untuk informasi lebih lanjut atau hubungi kami via WhatsApp di sini

 

 

 

 

Ngosec #23: Penetration Testing For Defending Healthcare Security Breaches

Digitalisasi pada penyedia layanan kesehatan, rumah sakit, dan lembaga medis lainnya, semakin bergantung pada sistem komputer dan penyimpanan data digital untuk menjaga catatan pasien, informasi medis, dan operasi sehari-hari mereka.

Namun, peningkatan ini juga berarti bahwa sektor kesehatan menjadi target yang menarik bagi pelaku kejahatan siber. Data medis dan informasi pribadi pasien adalah sumber daya berharga, apabila keamanannya lemah dapat mengakibatkan dampak serius pada pasien dan organisasi kesehatan, termasuk pencurian identitas, penipuan, dan bahkan risiko kesehatan pasien. 

Dengan demikian, perlu adanya edukasi secara mendalam tentang masalah keamanan siber yang dihadapi oleh sektor kesehatan saat ini. Hal ini meliputi pemanfaatan penetration testing (pentest) dalam mengidentifikasi dan mengatasi kerentanan keamanan yang mungkin ada dalam sistem kesehatan, serta bagaimana organisasi kesehatan dapat memperkuat strategi keamanan mereka. 

Melalui diskusi dan wawasan dari para ahli dalam bidang keamanan siber, webinar ini akan memberikan pemahaman yang lebih baik tentang tantangan dan solusi di bidang keamanan siber di sektor kesehatan dengan metode penetration testing. Webinar ini akan membantu meningkatkan kesadaran tentang keamanan siber dalam sektor kesehatan dan memberikan pengetahuan yang diperlukan untuk mengatasi tantangan ini secara efektif. 

Selasa, 31 Oktober 2023

14:00 - 16:30 WIB

Live via ZOOM dan Youtube

Berdiskusi bersama narasumber

Dhimas Ghofur

Tim IT RSUD Kardinah Kota Tegal

Rizky Maulana

Penetration Tester

Apa yang akan dibahas di webinar ini?

Perkembangan dan tantangan cyber security dalam era digitalisasi industri kesehatan

Optimalisasi penetration testing sebagai solusi keamanan data digital pasien dalam industri kesehatan

Membangun strategi keamanan data yang lebih kuat untuk industri kesehatan dari kejahatan cyber eksternal maupun internal

Apa saja yang akan Anda dapatkan?

Regular

Rp0

Live Webinar via ZOOM/Youtube

Wawasan dan relasi baru

Berkesempatan memenangkan DOORPRIZE (untuk 2 peserta beruntung)

Advanced Benefit

Rp10.000

Live Webinar via ZOOM/Youtube

e-Certificate

Slide Materi Pembicara

Wawasan dan relasi baru

Berkesempatan memenangkan DOORPRIZE (untuk 2 peserta beruntung)

Daftarkan Diri Anda Sekarang!

Zero Trust, Solusi Tepat untuk Menjaga Keamanan Data Pasien

Zero Trust, Solusi Tepat untuk Menjaga Keamanan Data Pasien

Keamanan data pasien menjadi prioritas utama yang perlu dilindungi seluruh instansi kesehatan saat ini. Ketika industri kesehatan menghadapi ancaman serangan cyber yang mengancam data pasien, operasional, dan bahkan rekam medis pasien, siapa yang perlu Anda percayai untuk mengakses data tersebut? Industri ini memerlukan strategi keamanan data yang tepat untuk mengamankan akses ke perangkat atau orang lain yang tidak bertanggung jawab. Salah satu teknik keamanan data yang dapat digunakan untuk melindungi data adalah dengan menerapkan Zero Trust Data Access.

Zero Trust Data Access (ZTDA) merupakan pendekatan keamanan yang mendasarkan pada prinsip bahwa semua sistem perusahaan tidak ada yang dapat dipercaya. Bahkan jika mereka berada dalam jaringan internal perusahaan. Zero Trust Data Access memiliki tujuan untuk meningkatkan keamanan jaringan untuk meminimalkan risiko serangan cyber. Zero Trust telah muncul sebagai strategi keamanan yang dapat membantu mencegah akses tidak sah ke data pasien. Zero Trust berfungsi untuk menentukan lingkup kepercayaan pengakses dan memastikan bahwa akses informasi terjadi dengan benar sesuai dengan prosedur.

 

Manfaat Zero Trust dalam Industri Kesehatan

Implementasi Zero Trust dalam industri kesehatan dapat membawa sejumlah manfaat, terutama dalam menghadapi ancaman cyber yang semakin berkembang. Berikut adalah beberapa manfaat dari pendekatan Zero Trust dalam industri kesehatan :

Perlindungan Data Pasien

Data medis pasien merupakan aset paling berharga dalam industri kesehatan. Dengan pendekatan Zero Trust, hanya pengguna yang memiliki izin yang dapat mengakses data pasien. Hal ini dapat meminimalisir terjadinya kebocoran data.

Melindungi Data dari Ancaman Internal

Zero Trust dapat membantu dalam meminimalkan risiko perusahaan dari ancaman internal, dengan cara membatasi akses berdasarkan kebutuhan dan prinsip dari Zero Trust Data Access. Bocornya data rekam medis dapat mengakibatkan informasi medis yang salah digunakan dalam pengobatan pasien. Misalnya, jika data yang salah digunakan untuk diagnosis atau pengobatan, ini dapat mengancam keselamatan pasien. Berdasarkan permasalahan tersebut, jika tidak segera diatasi dapat menjadi ancaman serius, sehingga diperlukan upaya proaktif untuk mencegah dan mengatasi ancaman tersebut.

Meningkatkan Efisiensi Operasional

Zero Trust dapat membantu untuk meningkatkan efisiensi operasional. Hal Ini berarti setiap individu atau perangkat hanya memiliki akses ke sumber data yang hanya diperlukan oleh mereka. Hal ini mengurangi risiko human error dalam memberikan atau mengelola akses data.

Meningkatkan Kepercayaan Pasien

Dengan implementasi Zero Trust Data Access, industri kesehatan dapat melindungi data pasien dengan baik. Pasien akan merasa yakin bahwa informasi medis mereka aman dan privasi terjaga. Dengan meningkatnya kepercayaan pasien, maka loyalitas pelanggan juga akan meningkat.

 

Langkah Implementasi Zero Trust Dalam Industri Kesehatan

Identifikasi Data

Langkah pertama implementasi Zero Trust adalah mengidentifikasi semua data penting kesehatan yang perlu dilindungi. Data ini dapat mencakup data pasien, operasional perusahaaan, hasil akhir pasien, dan lainnya. Setelah diidentifikasi, data harus diklasifikasikan berdasarkan tingkat sensitivitasnya untuk memastikan penerapan langkah-langkah keselamatan.

Segmentasikan Jaringan

Setelah aset penting teridentifikasi, langkah selanjutnya adalah membagi jaringan untuk dipisah ke mengontrol akses ke area tertentu. Jaringan internal perusahaan diklasifikasikan ke berbagai segmentasi dan hanya dapat diakses oleh pihak yang memiliki izin. Contohnya rumah sakit terdapat unit gawat darurat, unit rawat inap, unit operasi, dan lainnya. Maka setiap segmentasi akan dibedakan aksesnya untuk memudahkan dalam menyimpan data dan meminimalisir kebocoran data.

Pengelolaan Akses Berbasis Kebutuhan

Pengelolaan akses berbasis kebutuhan penting diberikan karena setiap pengguna hanya diberikan izin mengakses data yang diperlukan untuk melakukan tugas pekerjaan mereka. Pendekatan ini secara signifikan menurunkan kemungkinan penyalahgunaan data, baik secara sengaja maupun tidak sengaja.

Tetapkan Otentikasi Multi-Faktor

Autentikasi multi-faktor (MFA) juga dapat membantu memperkuat keamanan perusahaan. Dengan menggunakan otentikasi multi-faktor pengguna perlu memberikan bukti siapa mereka seperti kode pesan, sidik jari, atau pemindaian wajah sebelum mengakses data yang diinginkan.

Pemantauan Aktivitas dan Evaluasi Rutin

Setelah menentukan autentikasi multi-faktor, industri kesehatan perlu melakukan pemantauan aktivitas guna untuk mendeteksi aktivitas yang mencurigakan.  Untuk mendeteksi hal tersebut, perusahaan juga dapat melakukan Vulnerability Assessment and Penetration Testing (VAPT) untuk melindungi sistem perusahaan dari ancaman cyber dan Widya Security hadir untuk menyediakan jasa tersebut.  Perusahaan juga perlu melakukan evaluasi rutin guna untuk memperbaiki sistem apabila masih terdapat kebocoran data.

Dalam dunia yang semakin terhubung dan rentan terhadap serangan cyber, pendekatan Zero Trust adalah langkah baik yang harus diambil oleh industri kesehatan. Ini bukan hanya tentang melindungi data, namun juga tentang menjaga kepercayaan pasien. Dengan Zero Trust, perusahaan di industri kesehatan dapat melangkah maju menuju masa depan yang lebih aman dan terpercaya.

Waspada Cyber Attack di Industri Kesehatan dan Pelajari Cara Kerjanya

Waspada Cyber Attack di Industri Kesehatan dan Pelajari Cara Kerjanya

Industri kesehatan mengalami transformasi yang signifikan berkat perkembangan teknologi di era digitalisasi. Namun, pertumbuhan ini ternyata berpotensi memunculkan banyak banyak ancaman baru dalam bentuk serangan cyber yang dapat menyerang industri kesehatan. Ancaman cyber yang menyerang seperti mencuri data pasien yang dapat mengancam privasi medis. Ancaman cyber terhadap industri kesehatan terus meningkat, sehingga perlu untuk meningkatkan keamanan mereka untuk melindungi data pasien dan sistem mereka dari serangan.

Menurut laporan Badan Siber Sandi Negara (BSSN), pada bulan Agustus, Indonesia menduduki peringkat 5 target anomali trafik tertinggi dengan jumlah 49.902.998. Sedangkan untuk darknet exposure untuk sektor kesehatan di Indonesia sebanyak 444 dan untuk instansi berjumlah instansi 45. Dengan adanya ini, BSSN mengimbau kepada pengguna untuk memanajemen akun, restrict file, directory permissions serta melakukan pergantian password kepada setiap pegawai di masing – masing instansi untuk mencegah serangan ancaman cyber.

Dalam artikel ini, kita akan mengeksplor 5 ancaman cyber yang saat ini kerap menyerang industri kesehatan. Berikut beberapa contoh serangan cyber yang terjadi di industri kesehatan.

5 Ancaman Cyber dalam Industri Kesehatan

 

Phising

Serangan phising merupakan salah satu jenis serangan cyber yang dilakukan dengan cara mengelabui korban untuk dipaksa mengungkapkan informasi pribadinya. Biasanya penyerang akan menyamar sebagai perusahaan atau individu yang terpercaya untuk mengelabui korban. Pada industri kesehatan, serangan phising dapat berbentuk pesan dari mitra atau penyedia jasa kesehatan seperti penyedia asuransi. Jika serangan ini berhasil, maka informasi korban akan dicuri dan merujuk pada permintaan tebusan.

Ransomware

Serangan ransomware merupakan ancaman cyber yang melibatkan perangkat lunak yang dirancang untuk mengenkripsi data pada jaringan korban agar saling terhubung. Biasanya jika penyerang sudah dapat mengenkripsi data, korban akan dimintai sejumlah uang agar data korban dapat dikembalikan. Contoh serangan ransomware pada industri kesehatan adalah ketika penyerang dapat mengakses perangkat lunak milik korban untuk mengenkripsi data medis pasien atau sistem komputer rumah sakit. Serangan ransomware ini dapat mengganggu pelayanan medis dan mengancam data data pasien.

Malware

Serangan malware merupakan serangan cyber yang melibatkan penggunaan perangkat lunak yang berbahaya untuk merusak, mencuri atau mengganggu komputer. Jenis malware dapat mencangkup virus, worm, trojan, ransomware dan masih banyak lagi.  Serangan malware pada industri kesehatan adalah ketika penyerang mencuri data pasien dan kemudian penyerang akan meminta tebusan agar data pasien dapat dikembalikan.

Distributed Denial of Service (DdoS)

Distributed denial of service (DdoS) merupakan serangan cyber yang dilakukan dengan cara mengirimkan fake traffic ke suatu sistem atau server secara terus menerus. Di industri kesehatan, serangan distributed denial of service (DdoS) ini dapat menyebabkan downtime sistem yang mengganggu akses ke catatan medis dan pelayanan kesehatan pasien.

Ancaman Cloud

Ancaman cloud merupakan ancaman cyber yang memiliki potensi kerentanan keamanan. Jika aplikasi yang mengelola data medis memiliki celah keamanan, ini dapat dimanfaatkan oleh penyerang untuk mengakses data tersebut. Jika data cloud mengalami kerusakan sistem, perusahaan dapat mengalami kehilangan data sehingga akan mengganggu kinerja perusahaan.

Di era perkembangan teknologi yang begitu pesat, peran keamanan cyber dalam industri kesehatan menjadi semakin penting. Dengan kerjasama dalam menyiapkan upaya yang tepat untuk perlindungan sistem terhadap ancaman cyber, kita dapat memastikan bahwa pelayanan kesehatan akan tetap berjalan lancar. Tak hanya itu, dengan keamanan cyber yang kuat data pasien tetap terlindungi, dan privasi medis tetap terjaga. Menyoroti hal tersebut, Widya Security hadir dengan solusi keamanan data yang siap melindungi perusahaan Anda dari ancaman cyber. Kunjungi laman widyasecurity.com untuk informasi lebih lanjut atau hubungi kami via WhatsApp Di sini

Solusi Mengamankan Data Pasien di Era Digitalisasi

Solusi Mengamankan Data Pasien di Era Digitalisasi

Solusi Mengamankan Data Pasien di Era Digitalisasi

Era digitalisasi telah membawa transformasi besar dalam industri kesehatan. Transformasi dapat meningkatkan efisiensi dalam penyediaan perawatan medis dan meningkatkan akses pasien terhadap informasi kesehatan mereka. Namun, dengan keuntungan ini juga muncul tantangan besar, terutama dalam hal keamanan data pasien. 

Saat ini, informasi medis pribadi yang sensitif, seperti riwayat medis, resep obat, dan hasil tes yang sekarang disimpan dalam bentuk digital. Ternyata kemudahan akses bagi tenaga medis yang berwenang dapat mengundang perhatian pelaku kejahatan cyber yang tidak diinginkan. Keamanan data kesehatan menjadi semakin penting karena data pasien menjadi data yang sensitif dan menjadi sasaran yang menarik bagi pelaku kejahatan cyber.

Pada tahun 2021 silam, muncul dugaan kebocoran data kesehatan pemerintah. Dugaan kebocoran data pertama kali terungkap pada 15 Juli 2021, dimana terjadi kebocoran data pada aplikasi Indonesia Health Alert Card atau eHAC yang dibentuk pertama kali oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Data yang bocor lebih dari 1,3 juta pengguna mulai dari data tes covid-19, data dari 226 rumah sakit dan klinik di Indonesia, dan informasi pengguna eHAC. Kebocoran data ini diungkap oleh tim peneliti dari VPN Mentor pada tanggal 15 Juli, namun baru mendapat tanggapan pada tanggal 22 Agustus 2022 dari Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).

Berdasarkan laporan BBC News Indoensia, kebocoran data kesehatan yang diungkap oleh tim VPN Mentor membuat panik semua pengguna aplikasi eHAC. Melihat kekhawatiran masyarakat, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia memberikan tanggapan dan menghimbau agar masyarakat tidak perlu panik. 

“Kami akan melakukan investigasi dan audit untuk memastikan kebocoran data yang telah diungkap oleh tim VPN Mentor.” Ungkap Anas Ma’ruf, selaku Kepala Pusat Data dan Informasi Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. 

Melihat kasus di atas, membuat kita paham akan pentingnya data security dalam menjaga keamanan data di sektor kesehatan. Keamanan data menjadi hal yang sensitif sebab menyangkut banyak informasi pribadi pasien, sehingga setiap instansi kesehatan wajib memaksimalkan peran cyber security.

 

Solusi Proteksi Data Kesehatan Pasien

Dalam dunia kesehatan yang semakin terhubung, perlindungan data kesehatan pasien menjadi perhatian utama. Oleh karena itu, penting untuk memahami berbagai solusi yang dapat diterapkan untuk melindungi data kesehatan pasien dengan efektif. Berikut adalah beberapa solusi yang efektif untuk mengamankan data pasien di era digitalisasi.

Implementasi Teknologi Keamanan Cyber yang Memadai

Implementasi teknologi keamanan cyber yang tepat dan strategis adalah langkah pertama dalam menjaga integritas informasi. Pentingnya implementasi teknologi keamanan yang memadai dalam melindungi data sensitif dapat mengurangi risiko serangan cyber, dan menjaga operasional bisnis tetap berjalan dengan lancar.

Mengelola Batas Akses Database

Mengelola batas akses database menjadi langkah penting dalam menjaga keamanan dan integritas data. Perusahaan dapat mengendalikan siapa saja yang berhak untuk mengakses data untuk melihat, mengubah, atau mengedit data yang tersimpan di sistem database. Hal ini dilakukan agar tidak terjadi kebocoran data yang dapat merugikan perusahaan maupun instansi lainnya.

Rutin Melakukan Uji Keamanan Sistem Perusahaan

Penting untuk dicatat bahwa uji keamanan sistem tidak hanya dilakukan satu kali, namun perlu dilakukan secara rutin. Ini mencakup uji keamanan cyber, uji performa sistem, dan sebagainya. Dengan rutin melakukan uji keamanan sistem, perusahaan dapat meminimalkan risiko dan menjaga kelancaran operasionalnya. Perusahaan dapat melakukan uji sistem dengan Vulnerability Assessment and Penetration Testing (VAPT) untuk melihat seberapa kuat keamanan sistem yang dimiliki oleh perusahaan.

Melakukan Pelatihan Tim Keamanan Perusahaan

Pentingnya memberikan edukasi kepada staff perusahaan tentang praktik keamanan data. Hal ini termasuk pelatihan mengenai cara menghindari serangan cyber, dan mengidentifikasi potensi ancaman cyber. Tim yang terlatih lebih siap menghadapi ancaman keamanan cyber yang terus berkembang dan menjaga perusahaan tetap aman dalam lingkungan bisnis yang semakin kompleks. Selain itu, perusahaan dapat menggunakan layanan 

Menyoroti perihal tersebut, Widya Security menawarkan solusi lewat teknologi keamanan cyber dengan tim ahli yang profesional. Widya Security menyediakan layanan Vulnerability Assessment and Penetration Testing (VAPT) untuk membantu perusahaan dalam melindungi sistem dari ancaman cyber yang semakin berkembang di era digitalisasi. Kunjungi laman widyasecurity.com untuk mengetahui layanan dari Widya Security. Segera hubungi untuk berdiskusi secara personal dengan tim kami melalui WhatsApp Klik Disini