Skip to content
Home / Artikel / Malvertising, Cara Kerja dan Pencegahannya

Malvertising, Cara Kerja dan Pencegahannya

malvertising

Malvertising, malicious advertising, atau malware ad adalah jenis serangan cyber yang memanfaatkan iklan online untuk menyebarkan malware. Jenis serangan cyber Malvertising sangat berbahaya karena dirancang oleh hacker menyerupai iklan resmi. 

Salah satu erangan malvertising yang cukup berbahaya adalah melalui iklan online seperti google Ads, cukup berbahaya bukan? Artikel ini akan mengulas bagaimana cara kerja malvertising yang tanpa disadari dapat memicu serangan cyber.

Cara Kerja Malvertising

Meski penyebarannya melalui iklan online, malvertising sebenarnya dapat bekerja meskipun Anda tidak mengklik tautan iklan online. Setidaknya ada tiga bentuk malvertising yang harus Anda ketahui. 

  1. Pengunduhan drive, malvertising rentan terjadi ketika Anda melakukan pengunduhan di situs tidak resmi sehingga menyebabkan malware yang sudah diselipkan dapat secara otomatis terinstal di perangkat. Dengan kerentanan yang ada, malvertising dapat memasuki dan mengeksploitasi perangkat dengan mudah.
  2. Pengalihan ke situs web lain secara paksa, malvertising dapat membuat Anda tidak menyadari tindakan ini sebagai bentuk penyerangan malvertising. Cara ini sering dialami pengguna yang tidak mengaktifkan adblock yang ada di perangkat, sehingga mudah bagi malvertising untuk memanipulasi pengguna dan mengalihkannya ke situs lain secara paksa.
  3. Tampilan iklan yang tidak diinginkan, notifikasi tidak sah, juga konten berbahaya lain seringkali menjadi cara malvertising untuk mengeksploitasi perangkat Anda. Malvertising dapat memanfaatkan JavaScript untuk menampilkan iklan di laman daring yang seharusnya tidak ditampilkan secara sah oleh pemilik jaringan iklan. 

Pencegahan Malvertising

Serangan malvertising memang sangat sulit dikenali, bahkan mungkin hampir tidak dapat terdeteksi. Namun beberapa langkah berikut dapat Anda gunakan untuk mencegah malvertising. 

  1. Gunakan Fitur Pemblokir Iklan (ad blocker), langkah ini merupakan pencegahan pertama untuk menghindari malvertising. Dengan mengaktifkan ad blocker, Anda tidak akan melihat iklan berisi malware yang sebenarnya tidak dimuat dalam situs web.
  2. Lakukan pemindaian virus berkala, apabila dari awal Anda tidak mengaktifkan ad blocker, maka lakukan pemindaian untuk mendeteksi malvertising yang mungkin saja sudah terinstal di perangkat. Gunakan pemindai virus terbaru untuk meningkatkan kemampuan deteksi Malvertising.
  3. Hapus cache dan aktifkan perangkat ke dalam secure mode, cache adalah area potensial tempat menyembunyikan malware. Penghapusan cache dapat memperkecil menyebarnya malvertising di perangkat. Manfaatkan fitur safe mode di perangkat untuk mendeteksi malware secara lebih mendalam.
  4. Hapus file dan program berbahaya, terutama apabila didapat dari situs berbahaya. Apabila masih merasa kurang, Anda dapat mencari tahu melalui ahli cyber security untuk mengetahui cara kerja dan menghindari malvertising.

Malvertising memang dirancang untuk mengelabui sistem keamanan yang ada di perangkat. Untuk itu, hacker memanfaatkan iklan berbayar di situs peramban agar mirip dengan website asli. 

Baca Juga  Penetration Testing Itu Apa? Ini Penjelasan Mudah & Contoh Kasus Nyata!

Apabila terkena malvertising, hacker dapat memanipulasi, memblokir, menghapus, menyalin, bahkan dapat membocorkan data Anda ke situs jual beli ilegal. 

Menghindari klik tautan malvertising sebenarnya adalah tindakan pencegahan. Namun untuk mendeteksi serangan, Anda masih perlu mempelajari maupun berkonsultasi dengan ahli cyber security. 

Ditulis Oleh : Anggita Hajar A.

Bagikan konten ini