Human error adalah tindakan manusia yang dapat memicu kebocoran data. Tanpa disadari kegiatan seperti mengklik tautan eksternal, salah input data, dan salah mengetik alamat email dapat menjadi awal mula kebocoran data.
Melansir Security Today, IBM Security merilis statistik bahwa 95 persen kebocoran data diakibatkan oleh human error. Insiden ini masuk dalam kebocoran data tidak terhindarkan, tetapi bukan hal tidak mungkin untuk diminimalisir.
Kumpulan Kasus Human Error
Berkaca pada tahun tahun sebelumnya, beberapa insiden kebocoran data paling karena faktor human error adalah:
- Kebocoran data pelanggan Toyota, kebocoran data belum lama dialami oleh perusahaan otomotif asal Jepang Toyota Motor Corp. Sejumlah 2,15 juta data pengguna kendaraan atau pelanggan yang mendaftar untuk layanan cloud bocor ke publik akibat human error.
- Kebocoran Data Pemilih 2024, belum lama ini isu kebocoran data pemilu kembali terjadi setelah beredar akun bernama “Jimbo” menjual 252 juta data senilai 74.000 dolar AS dari situs database KPU.
- Peretasan sistem Ditjen Pajak, insiden diketahui setelah 17.585 data kredensial untuk mengakses situs djponline.pajak.go.id dan data wajib pajak di situs ereg.pajak.go.id bocor karena salah satu perangkat pengguna situs terkena malware.
Dampak Kebocoran Data
Reputasi Perusahaan
Reputasi perusahaan adalah dampak utama dari adanya insiden kebocoran data. Termasuk turunnya kepercayaan pelanggan dan mitra. Ketika human error terjadi, publik akan menilai bahwa sumber daya perusahaan tidak cukup baik untuk menjaga kerahasiaan data pribadi.
Kebocoran Data Rahasia
Tidak hanya data pelanggan dan mitra, data rahasia seperti hasil pengembangan produk dapat disalahgunakan oleh peretas. Misalnya dengan menjual data pengembangan kepada kompetitor bisnis.
Tuntutan Hukum
UU Perlindungan Data Pribadi sudah disahkan sejak tahun 2022. Menurut regulasi ini perusahaan dapat terancam sanksi administrasi paling tidak 2 persen dari pendapatan tahunan. Selain itu, pihak yang merasa dirugikan dapat berpaling karena tidak mempercayai perusahaan terhadap kepatuhan hukum.
Mengatasi Human Error
Human error adalah salah satu insiden tidak terhindarkan atas kebocoran data perusahaan. Faktor people dapat terus menjadi masalah walau teknologi sudah berkembang pesat. Namun bukan berarti human error tidak dapat diminimalisir.
Human error dapat diminimalisir dengan beberapa strategi seperti mengupdate keterampilan penggunaan software cyber security. Mengikuti pelatihan cyber security juga dapat membantu meminimalisir insiden human error.
Pelatihan cyber security dapat meningkatkan wawasan sumber daya perusahaan terkait jenis serangan cyber, juga tools dan software yang harus digunakan ketika terjadi serangan.
Untuk mengakses pelatihan cyber security, Anda dapat mengikuti Training Program yang diadakan oleh Tim Widya Security. Dengan pengalaman dan sertifikasi yang dimiliki tim, Widya Security dapat membantu perusahaan Anda meminimalisir insiden human error dengan peningkatan wawasan cyber security. Hubungi kami di sini untuk minimalisir kebocoran data di perusahaan Anda.
Ditulis Oleh : Anggita Hajar A.








